Resume Pertemuan Bersama Mas Yudha

pertemuan dalam bentuk session ini merupakan yang terakhir sebelum semua calon kru membuat TA. pertemuan ini dilakukan sebelum lebaran, tetapi saya baru sempat mengulasnya sekarang.

dalam training terakhir ini, para panitia kaderisasi telah mengundang salah seorang kru elektron 10 tahun yang lalu, yaitu Mas Yudha Nurdin (EL 98). beliau lebih banyak membahas mengenai teknis kerja dan berbagi pengalamannya sewaktu menjadi kru dulu.

sebelum menyentuh pembahasan tentang teknis kerja, mas yudha menyoroti tentang perihal keberadaan divisi di HME. beliau menuturkan bahwa sebenarnya jumlah divisi dapat saja diubah, tidak perlu takut untuk mengubah warisan para leluhur kita yang mendirikan 3 divisi. jadi, menurut beliau keberadaan divisi haruslah sesuai dengan perkembangan zaman. yang perlu ditambah, ya ditambah. kalo perlu dikurangi, ya dikurangi. fleksibel lah pokoknya.

kemudian, beliau juga menceritakan siklus yang senantiasa terjadi dalam divisi, yaitu: kaderisasi –> penilaian skill –> pengangkatan –> partisipasi di divisi –> regenerasi ilmu. beliau menyampaikan ini karena untuk menyoroti tentang salah satu bagian siklus tersebut yaitu partisipasi di divisi. menurut beliau, sangat sering terjadi cakru-cakru yang sudah diangkat menjadi anggota tiba-tiba menghilang dan tidak berpartisipasi dalam memajukan divisi itu sendiri. tidak jarang orang ingin masuk divisi karena motivasi-motivasi yang nyeleneh, misalnya hanya untuk mendapat jaket, dsb. mas yudha berharap cakru2 elektron saat ini tentunya tidak seperti itu.

mas yudha juga mengingatkan pada semua cakru maupun kru bahwa esensi dari divisi elektron bukanlah terletak pada majalahnya, tetapi pada media sharing knowledge. jadi menurut beliau, jika kita tidak memungkinkan untuk membuat majalah karena keterbatasan yang kita hadapi, sah-sah saja untuk mencari media lain sebagai media sharing ilmu.

sekarang kita masuk ke teknis kerja penerbitan majalah.

ada 8 komponen yang disampaikan beliau. berikut ini penjelasan ringkasnya:

  1. perencanaan dan pembagian tugas. (membutuhkan pimred yang bekomitmen tinggi, mencakup penentuan tema, bagi tugas, time-line, estimasi, harga jual)
  2. sponsor (membuat proposal kerja sama, menghubungi calon2 sponsor, nego harga dan ukuran iklan –> membutuhkan skill mobilisasi yang baik, mampu berkomunikasi dan nego)
  3. membuat artikel (buat judul yang sesuai tema, menetapkan artikel yg akan dimasukkan, pemeriksaan redaksional kata dan validitas artikel –> skill: teliti, mampu memahami konsep, bekerjasama dan mampu memenuhi target)
  4. layoutting majalah (membuat cover, gambar artikel, dan template halaman –> skill: seni dan kreatif, photo editting, dsb)
  5. editting (menggabungkan layout dan artikel, mnetapkan komposisi, kata sambutan, sinkronisasi target dengan yang sudah dbuat –> skill: kerja sama, kreatif dan punya taste, mengerti apa yang dicari konsumen)
  6. percetakan (survey harga dan kualitas, control kualitas dan ketepatan waktu, control hasil dengan yang diinginkan –> skill: mobilisasi sedang, persisten, dan perfeksionis)
  7. distribusi (mencari distributor dan menghubunginya, menentukan jumlah yang akan diberikan, meluaskan pasar –> skill: mobilisasi tinggi, petualang, Pede, mencoba hal baru, komunikatif, interaktif)
  8. penjualan (menyimpan bukti transaksi, penagihan secara berkala, memeriksa stok barang, koordinasi untuk distribusi –> skill: dapat dipercaya, jujur, konsisten, kemampuan administrasi dan pencatatan yang baik)

demikian penjelasan dari mas yudha. setelah beliau menjelaskan hal tersebut, dimulailah sesi tanya jawab. berikut ringkasannya:

  1. menurut mas yudha, paradigma elektron mesti berubah sesuai dengan perkembangan zaman. elektron mesti berevolusi dan inovatif supaya tetap eksis.
  2. kendala selama ini adalah: kurang kerjasama dan koordinasi antar bidang dengan pimred; keterbatasan dengan waktu kuliah, praktikum dan ujian; hari libur dan hari sibuk; dan suka ada yang lepas dari tanggung jawab yang telah diberikan
  3. saran dan ide untuk elektron: inventarisasi ulang; bikin website atau milis sebagai media informasi; elektron online; adakan waktu piket elektron untuk tetap stand-by.

demikianlah sesi dengan mas yudha berakhir. sebenarnya masih ada slide yang belum tersampaikan. akan tetapi, karena kterbatasan waktu, slide tersebut hanya diberikan kepada kru untuk di-share saja kepada cakru.

inilah pertemuan/training terakhir dari serangkaian kaderisasi elektron.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s