Sejuta Hati untuk Gus Dur

“Sejuta Hati untuk Gus Dur” merupakan sebuah novel luar biasa yang ditulis oleh Damien Dematra. Bayangkan saja, proses penulisan novel ini hanya memakan waktu 3 hari setelah Damien menerima kabar bahwa Sang Guru Bangsa telah berpulang ke sorga. Walaupun demikian, waktu yang singkat tersebut tidak mengurangi dalamnya rasa dan ekspresi dari tulisannya di novel tersebut.

Buat saya sendiri, novel tersebut sangat lugas dan menarik dalam bercerita. Cerita dimulai dari kisah singkat sang kakek dari Gus Dur, Hasyim Asy’ari, berlanjut ke sepak terjang ayah Gus Dur, Wahid Hasyim sebagai seorang pejuang kemerdekaan bangsa. Novel ini cukup memberikan gambaran bagaimana kehidupan masa kecil seorang Gus Dur, saat dia menjadi pemuda, menikah, dan akhirnya meninggal. Walaupun muatan cerita dalam novel ini hanya sekitar 2/3 dari jumlah halaman yang ada (sisanya diisi dengan wawancara, kata pengantar, kata penutup, dsb.), tetapi cerita yang disajikan cukup membuat kita tahu apa yang membuat seorang Gus Dur menjadi seorang Gus Dur yang kita kenal saat ini, seorang visioner, pluralis dan pembela kemanusiaan serta kaum yang tertindas.

Mungkin satu-satunya kekurangan yang ada dalam novel ini adalah: terkadang ada bagian cerita yang terasa kurang detail, terlalu singkat. Mungkin hal ini terkait dengan rencana Damien meluncurkan buku selanjutnya yang masih tentang kehidupan Gus Dur. Siapa tahu bagian-bagian yang kurang detail tersebut akan banyak dibahas di buku selanjutnya.

Overall, novel ini inspiratif dan wajib untuk dibaca.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s