Kitab Suci

Ketika ditanya bagaimana Kitab Suci seharusnya digunakan Sang Guru menceritakan pengalaman waktu ia menjadi guru di sebuah sekolah dan melontarkan pertanyaan ini kepada para murid, “Bagaimana kamu menentukan tinggi sebuah bangunan dengna menggunakan alat barometer?”

Salah seorang anak yang cerdas menjawab, “Saya akan menurunkan barometer dengan tali dan kemudian mengukur panjang tali itu.”

“Banyak akal dalam ketidaktahuannya,” komentar Sang Guru.

Kemudian ia menambahkan, “Begiutlah akal dan ketidaktahuan orang-orang yang menggunakan otak mereka untuk memahami Kitab Suci, sama dengan mereka yang mencoba memahami marahari terbenam atau samudra atau desiran angin malam di pepohonan dengan menggunakan otak mereka.”

Anthony de Mello, berbasa-basi sejenak 1

membaca perumpamaan Sang Guru yang satu ini telah membuat saya teringat akan orang-orang yang memahami isi Kitab Suci mereka secara tekstual. Banyak isi Kitab Suci dipahami secara dangkal dan salah sehingga tak kadang menjadi bahan perpecahan di dunia. Lebih mengenaskan lagi, mereka menggunakan pemahaman dangkal mereka akan Kitab Suci untuk menghakimi dan bahkan menyakiti orang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s