HIPERTENSI, go to hell!

Sudah seminggu ini saya mengalami pusing-pusing yang tak jelas penyebabnya. Namun, pagi ini semua sudah jelas. Hasil pengukuran tensimeter, tekanan darah saya ternyata agak tinggi berbeda dengan biasanya, yaitu 130 / 90.

Ada apakah gerangan? Sepertinya penyebab yang paling berpotensi adalah stress, tegang dan sejuta rasa lainnya dalam menghadapi sidang. Memang terasa deg-degan dalam masa penantian hingga hari-H ini.

Sidang Sarjana Prodi Telekomunikasi ITB berlangsung selama satu minggu terhitung dari tanggal 8 hingga 15 Juni. Saya dijadwalkan untuk sidang hari Selasa 15 Juni yang merupakan hari terakhir.Huh! Seharusnya waktu itu saya mengikuti saran dua rekan saya yang lain untuk sidang di hari pertama saja, jadi tidak terlalu deg-degan.

Sidang di hari terakhir tampaknya memberikan beban ekstra manakala mengingat semua teman2 sudah lulus. ditambah lagi cerita-cerita pengalaman sidang teman2 semua. “Eh, dosen yang itu ‘menggigit’ lho”, “Eh, dosen yang itu tuh yang paling berniat menjatuhkan”. Namun, tidak semua komentar negatif. ada juga komentar seperti ini: “Tenang aja, santai. pasti lulus kok”. “Yang penting ngerti apa yang ditulis n dibikin, kalau bisa jawab jangan sotoy, kalo dikasih saran bilang iya dengan rendah hati, insya Allah semuanya lancar”. Untung masih ada komentar2 seperti itu yang bikin hati lebih tenang dan tensiku sedikit turun.

Namun, terlepas dari komentar2 itu, tetap saja secara psikologis saya tetap tegang, takut, khawatir. Namun, saya selalu sadar bahwa manusia hanya bisa berusaha dan Tuhanlah yang menentukan. Jadi, biarlah saya melakukan apa yang menjadi bagian saya sebaik-baiknya sesuai kemampuan saya. Mungkin harus lebih banyak refreshing dalam menjelang sidang ini, biar lebih tenang pikiran, dan tidak terlalu banyak berpikir dan berbeban. Ya, sy rasa itu sangat perlu di samping belajar ini-itu. Fiuh! dan tidak lupa saya akan berdoa untuk meminta satu hal pada Tuhan: “HIPERTENSI, go to hell” Hahaha…

Yang harus saya percaya sekarang adalah bahwa segala sesuatunya akan berjalan baik. Yang harus saya percaya bahwa Tuhan mendengarkan doa-doa saya dan doa-doa teman2 saya yang mendoakan saya. Tuhan pasti dengar, apalagi banyak orang yang menyampaikan doa yang sama. ^^ Yes, I believe. Saya hanya perlu untuk berserah dan semuanya akan lebih tenang. seperti salah satu lagu di KJ:

“Tenanglah kini hatiku, Tuhan menuntun langkahku.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s