Saya tahu sekarang bahwa Dia sudah berencana sejak awal

Akhirnya, gerbang akhir untuk “mengubah nilai T menjadi A” telah selesai. Jam11 tadi saya masuk ke ruangan sidang dengan perasaan deg-degan dan keluar sekitar jam12.20 dengan perasaan lega karena ijazah cap gajah sebentar lagi akan berada di tangan. Sejenak melihat ke belakang, saya sangat terheran dengan seluruh kejadian yang telah saya alami satu semester ini. saya sangat heran dan terkagum, betapa semuanya berakhir dengan sempurna.

awal semester ini, saya dikagetkan dengan kehadiran satu rekan kami Zahara Yulianti untuk mengerjakan bagian software. Saya berpikir, “kalo TA ini dibagi menjadi tiga, pembagiannya seperti apa ya?”. Semula, TA ini hanya dibagi menjadi dua, Giri ngurusin software dan saya ngurusin hardware. pembagian ini sebenarnya ditentukan hanya oleh sebuah “hoki” ketika saya menang suit dari dia. Tapi saat itu saya hanya bisa pasrah saja dengan keputusan pembimbing saya untuk mengerjakan TA ini bertiga. Saya hanya berusaha untuk percaya kepada peribahasa “harimau tidak akan memakan anaknya sendiri”. Saat itu, saya percaya penuh kepada keputusan pembimbing saya.

Kemudian, TA bertiga pun terus berlanjut. Kebingungan berikutnya adalah, “terus pembagian saya dan Giri seperti apa?”. Untuk beberapa lama, saya mencoba tutup mata dengan kebingungan itu sambil ikut mengerjakan apa yang Giri kerjakan. Namun, akhirnya saya memberanikan diri juga untuk berdiskusi dengan pembimbing saya. Singkat kata,  akhirnya saya diputuskan untuk mengerjakan pengukuran di kereta dan Giri mengerjakan semua desain sistem beserta secuil pengukuran di lab.

Akhirnya, kerjaan pengukuran saya selama ini dievaluasi oleh ketiga dosen penguji (Bu Effrina, Pak Endon, dan Pak Joko) tadi siang. sebelum saya sidang, saya sadar benar bahwa masih banyak “celah” dari tugas akhir yang saya kerjakan. dan benar saja, saat sidang saya banyak sekali mendapatkan “saran” dari para penguji. Namun, saya sadar semua itu adalah untuk membuka wawasan saya dan membuat saya semakin rendah hati. Tapi jujur saya, saya hampir mati kutu tadi. Namun, puji Tuhan semuanya “diloloskan” oleh Yang Maha Kuasa.

Sekarang saya sadar bahwa semua peristitwa, dari sejak pertama saya, Giri dan Anggita menanyakan topik TA ke Pak Tutun (pembimbing saya), kemudian saya dan Giri memutuskan untuk bekerja sama, hingga sampai peristiwa-peristiwa yang telah saya ceritakan di atas, saya merasa semuanya sudah direncanakan untuk memberikan akhir yang baik bagi saya. Jika sejak awal saya mengerjakan hardwarenya dan Giri softwarenya, saya tidak yakin semuanya dapat berjalan seperti ini.

Terima kasih untuk Giri, yang sejak awal sudah menawarkan untuk bekerja sama. Mohon maaf jika saya sering merepotkan untuk bertanya ini-itu ketika kamu sedang asyik ngoprek Soekris.

Terima kasih untuk Zahara, yang sudah “mengacau” untuk bergabung dalam TA kami. tanpa “pengacauan” kamu, saya yakin tidak ada hari ini.

Terima kasih untuk Pak Tutun, yang sudah menjadi pembimbing yang baik dan easy-going serta terutama untuk semua yang telah Bapak lakukan untuk kami. Budi Bapak akan selamanya saya ingat.

Terima kasih teman-teman semua yang telah mendoakan saya. dengan doa kalian semua, saya menjadi tahu bahwa kekuatan doa sangat luar biasa.

dan terakhir, terima kasih Tuhan bahwa Kau telah merencanakan hari ini untuk saya. I love You so much.

Ingatlah teman, bahwa apapun peristiwa yang kau alami, selalu akan ada akhir yang indah jika kau percaya, berusaha dan berdoa.

2 thoughts on “Saya tahu sekarang bahwa Dia sudah berencana sejak awal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s