Sound (Part 1)

Sebelum masuk ke sound system, ada baiknya kita mengenal tentang sound itu sendiri. Apa yang saya tulis merupakan hasil intisari dari berbagai sumber yang saya baca. Pengenalan mengenai sound saya bagi menjadi beberapa bagian agar tidak terlalu panjang. Bagian pertama ini membahas mengenai darimana bunyi itu berasal dan juga beberapa besaran yang diperlukan dalam memahami fenomena gelombang. Mari kita mulai!!!

Tiga elemen bunyi

Sebelum membahas lebih detil mengenai bunyi, mesti kita pahami dulu konsep sederhana mengenai elemn bunyi. Tiga elemen bunyi adalah sumber getar, medium penghantar dan penerima (dalam hal ini adalah gendang telinga manusia). Jika salah satu elemen tidak ada, maka tidak ada yang namanya bunyi. Bunyi dapat diibaratkan sebagai proses komunikasi. Untuk terbentuknya komunikasi, minimal diperlukan tiga unsur yaitu: sang sumber/komunikan, media komunikasi, dan audience. Tanpa salah satunya, maka tidak dapat disebut sebagai komunikasi.

Bagaimana bunyi dihasilkan?

Bunyi dihasilkan oleh adanya benda yang bergetar. Benda bergetar yang disebut sumber bunyi tersebut dapat berupa alat musik, speaker, pita suara manusia. Getaran mekanik dari sumber bunyi ini  akan turut serta menggetarkan udara di sekitarnya. Getaran tersebut akan menyebabkan perubahan tekanan (meninggi/compression dan menurun/rarefaction) di udara. Tekanan udara akan berubah secara siklis dari keadaan tenang (rest), ke keadaan maksimum, ke keadaan minimum dan kembali ke keadaan rest lagi. Siklus perubahan tekanan ini akan berjalan membentuk suatu pola yang disebut gelombang bunyi (sound wave). Dengan kata lain, gelombang bunyi merupakan deretan (siklus) perubahan tekanan yang bergerak melalui medium udara.

Jika bingung dengan penjelasan di atas, secara sederhana hanya cukup diingat bahwa bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar dan getaran benda tersebut ikut menggetarkan udara dan merambat melaluinya.

Frekuensi, Amplituda dan Panjang Gelombang

Gelombang bunyi sederhana dapat dideskripsikan oleh frekuensi dan amplituda gelombang tersebut.

Frekuensi menyatakan banyaknya getaran yang terjadi dalam satu detik yang diukur dalam satuan Hertz (Hz). 1 Hz berarti satu getaran/siklis per detik. Gambar berikut merupakan ilustrasi tentang gelombang bunyi. Satu  getaran/siklis ditandai dengan satu puncak dan satu lembah gelombang.

Seperti yang telah kita ketahui sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, rentang frekuensi bunyi yang masih dapat didengar oleh telinga manusia berkisar antara 20 Hz – 20 KHz, yang sering disebut sebagai audiosonic.

Amplituda merupakan kekuatan (magnitude) perubahan tekanan. Secara praktis, amplituda menentukan tingkat kekerasan (loudness) suatu bunyi. Amplituda diukur dalam decibel (dB) of sound pressure level (SPL), yang berkisar antara 0 dB SPL (the threshold of hearing) hingga lebih dari 120 dB SPL (the threshold of pain). Level suara percakapan biasa adalah sekitar 70 dB SPL.

Karakteristik lainnya dari gelombang bunyi adalah panjang gelombang (wavelength). Panjang gelombang merupakan jarak fisik dari satu titik tertentu pada siklis gelombang ke titik yang sama pada siklis berikutnya (misalnya dari titik puncak ke titik puncak berikutnya, atau dari titik minimum ke titik minimum berikutnya).

Hubungan antara panjang gelombang dengan frekuensi dan kecepatan rambat bunyi di medium diperlihatkan oleh rumus berikut:

Dari rumus di atas, dapat dilihat bahwa semakin tinggi frekuensi, maka semakin kecil panjang gelombangnya. Sedangkan semakin rendah frekuensi, maka semakin besar panjang gelombangnya. Besar-kecilnya panjang gelombang ini berpengaruh terhadap efek-efek akustik yang terjadi.

sumber:

1. David Klein – Basic Sound System part 1 (video on youtube),property of megaswara.com

2. Tim Vear – Audio System Guide “House of Worship”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s