Tangan Terbuka

Ketika masih sekolah, Sang Guru kerap dinakali oleh teman sekelasnya.

Sekarang, teman yang sudah tua dan penuh penyesalan tersebut datang ke biara dan diterima dengan tangan terbuka.

Suatu hari temannya menguak kembali kenakalannya yang dulu, tetapi Sang Guru tampak seperti tidak mengingatnya.

Kata temannya, “Apakah kamu tidak mengingatnya?”

Kata Sang Guru, “Saya ingat bahwa saya telah melupakannya!”

dan mereka berdua lalu lebur dalam tawa lepas.

(Anthony de Mello, berbasa-basi sejenak 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s