Sound(Part 3): Direct sound vs. Indirect sound

Direct sound merambat dari sumber suara ke pendengar melalui lintasan terpendek (yaitu garis lurus). Sedangkan, indirect sound dipantulkan oleh satu atau lebih permukaan/benda sebelum mencapai pendengar. Tentu saja, lintasan yang ditempuh oleh indirect sound akan lebih panjang.

Jika direct sound dan indirect sound terjadi pada saat yang bersamaan (sebagai akibat dari akustik ruangan yang tidak begitu baik), maka akan terjadi fenomena delay. Artinya: karena bunyi merambat pada kecepatan yang konstan di medium yang sama, indirect sound akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sampai di pendengar, sehingga dapat dikatakan “tertunda” relatif terhadap direct sound.Jika delay antara indirect sound dan direct sound cukup panjang sebagai akibat dari pantulan-pantulan yang terjadi, maka pendengar akan mendengarkan adanya pengulangan dari direct sound. Fenomena ini disebut sebagai echo.

Satu hal yang cukup penting yang perlu diketahui tentang direct sound, adalah semakin jauh dari sumber bunyi, maka bunyi yang diterima akan semakin lemah mengikuti inverse-square law. Contohnya: jika jarak meningkat dua kalinya, maka level suara akan turun empat kalinya. Hal ini akan menyebabkan penurunan yang cukup esensial sebesar 6 dB SPL.  Sebaliknya, ketika jarak menjadi setengahnya, maka level suara akan naik sebesar 6 dB.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s