Sound System (Part 1)

Tujuan utama adanya sound system dalam sebuah ibadah adalah untuk mengirimkan suara yang jelas dan dapat dimengerti serta suara musik yang berkualitas tinggi ke jemaat. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan ini, desain sistem suara dan komponennya harus dipikirkan dengan baik, diinstal secara cermat dan dioperasikan seperlunya. Di modul ketiga ini, kita akan belajar mengenai sound system sederhana dan juga mengenai karakteristik suara yang baik.

Sound system paling dasar/sederhana terdiri dari: input device (microphone), control device (mixer), amplification device (power amplifier), dan output device (loudspeaker). Susunan komponen-komponen ini kadang disebut juga audio chain.

Ada tiga level sinyal elektrik dalam sound system: microphone (mic) level (orde mili Volt), line level (mendekati satu Volt), dan speaker level (10 Volt atau lebih).

Microphone merupakan salah satu jenis transducer input, yang mengubah energi getaran menjadi energi listrik. Suara diubah menjadi sinyal listrik oleh microphone. Level sinyal microphone diamplifikasi (dikuatkan) ke line level dan mungkin juga dikombinasikan dengan sumber suara lainnya oleh mixer. Kemudian, power amplifier meningkatkan sinyal line level ke speaker level untuk men-drive loudspeaker yang mengubah energi listrik ke energi getar. Energi getar inilah yang menghasilkan bunyi yang dapat kita dengarkan. Dengan sifat tersebut, loudspeaker digolongkan sebagai transducer output, yaitu device yang mengubah energi listrik menjadi energi getar.

Intermezzo: Transducer vs. Amplifier

Transducer mengubah energi listrik menjadi energi getar atau sebaliknya. Amplifier tidak mengubah energi listrik, hanya melakukan amplifikasi /menguatkan sinyal.


Electronic signal processor (ESP), seperti equalizer, limiter atau time delay, disisipkan ke audio chain biasanya di antara mixer dan power amplifier. Fungsi signal processing juga sudah banyak dimiliki oleh mixer yang beredar sekarang sehingga tidak perlu untuk menambah device khusus untuk signal processing. ESP ini beroperasi pada line level. Fungsi  ESP adalah untuk meningkatkan kualitas suara/mengubah suara menjadi yang suara yang diinginkan atau untuk mengkompensasi rugi-rugi yang diakibatkan oleh kualitas sumber bunyi dan akustik ruangan yang tidak begitu baik.

Intermezzo: Equalizer (EQ)

Secara sederhana, EQ dapat dimengerti sebagai alat untuk menyeimbangkan level-level frekuensi sehingga terdengar nyaman. EQ yang terkenal di dunia audio adalah EQ yang memiliki 31 frekuensi (band) yang disebut juga 1/3 Octave Graphic Equalizer.Sumber suara dari mixer dilewatkan terlebih dahulu ke graphic EQ sebelum dikirimkan ke power amplifier dan loudspeaker. Dalam kaitannya dengan EQ dikenal juga satu istilah yang disebut kondisi “flat”. Sebuah sound system dikatakan flat jika suara yang dihasilkan oleh sound system kita terdengar seperti aslinya. Kondisi flat ini dapat dicapai dengan mengubah-ubah level frekuensi yang ada pada EQ.

Di samping terhubung langsung dengan loudspeaker, output dari sistem juga dapat dikirimkan secara simultan ke beberapa ruangan secara langsung dengan menggunakan tambahan power amplifier dan loudspeaker. Output tersebut juga dapat dihubungkan ke alat recording atau bahkan digunakan untuk broadcast.

Hal yang terakhir yang perlu menjadi pertimbangan dalam sound system adalah akustik ruang. Akustik ruang sudah selayaknya kita perhitungkan sebagai bagian dari sound system karena akustik ruang bertindak sebagai “signal processor” yang mempengaruhi suara baik sebelum suara masuk ke microphone maupun setelah suara dihasilkan oleh loudspeaker. Akustik yang baik akan meningkatkan kualitas suara yang dihasikan. Sebaliknya, akustik yang buruk akan menurunkan kualitas suara. Intinya, peranan akustik ruang dalam kinerja sebuah sound system tidak dapat diabaikan.

sumber:

1. Tim Vear –  Audio Guide System “House of Worship”

2. David Klein – Basic Sound System part 1/2/3 (dapat dilihat di Youtube).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s