Menanggalkan Jubahnya

Bahan Bacaan: Markus 10:50

Begitu selesai mengetik, aku meremas-remas beberapa lembar kertas dan membuangnya ke tempat sampah. Beberapa hari kemudian, aku bingung mencari kertas yang ada coretan-coretan untuk persiapan khotbah. “Dik, kertas yang ada di sini, dikemanakan?” kataku sambil menunjuk tempat sampah itu. “Sudah aku pakai untuk membakar sampah di luar” jawab istriku. “Kok dibakar sih,” kataku kesal. “Kan, Mas sendiri yang meremas-remas dan melemparkan kertas-kertas itu. Ya aku pikir sudah tidak dibutuhkan lagi,” jawabnya. Sebenarnya aku ingin marah, karena coretan-coretan itu adalah data yang susah untuk mendapatkannya. Tetapi, sekali lagi aku diingatkan bahwa itu adalah kecerobohanku sendiri. “Iya ya,coba aku baca dul sebelum kertas itu aku remas-remas dan lempar ke tempat sampah,” kataku dalam hati.

Apa yang aku lakukan dengan meremas dan melemparkan kertas-kertas itu ke tempat sampah telah memberikan kesan kepada istriku yang melihatnya bahwa aku sudah tidak membutuhkannya lagi. Mungkin saja bukan hanya istriku, tapi bisa juga setiap orang yang melihatnya akan mendapat kesan yang sama. Kesan itu pula yang bisa kita tangkap dari sikap Bartimeus. Brtimeus adalah seorang pengemis yang buta. Entah dia masih berharap untuk kesembuhan dari cacatnya itu atau sudah putus harapan, kita tidak tahu. Yang kita tahu adalah ketika dia mendengar tentang Yesus, pengharapannya muncul kembali. Ini terlihat dari teriakan-teriakannya. Setelah diizinkan untuk bertemu Yesus, Bartimeus pun langsung menanggalkan jubahnya. Istilah yang dipakai di sini sangat tepat diartikan dengan membuang atau melempar jubahnya. Ketika melempar jubahnya, sepertinya dia ingin mengatakan, “Aku tidak membutuhkannya lagi, aku tidak akan mengambilnya kembali!” Sebab, sebagai orang buta, tentu saja akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan kembali barang yang sudah dilemparkannya sendiri. Mungkin juga sudah ada orang lain yang mengambilnya. Bartimeus tidak membutuhkan jubah yang setia menemaninya meminta-minta selama ini karena dia yakin akan mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Dia yakin bahwa Yesus akan membawanya ke status yang baru, bukan lagi sebagai pengemis yang hidupnya bergantung pad belas kasihan orang yang lalu-lalang di situ. Bartimeus telah meninggalkan identitas lamanya!

Mungkin saat ini orang lain sudah memberikan label kepada Anda karena “jubah” yang selalu Anda pakai. Anda memakai jubah kesombongan, sehingga orang menyebut Anda sebagai orang sombong; Anda memakai jubah ketakutan dan kekuatiran; Anda memakai jubah kepesimisan; Anda memkai jubah kebergantungan kepada sesam. Mari kita tanggalkan jubah-jubah itu dan segera bangkit dan berlari mendapatkan Yesus. Yesus akan membawa Anda menemukan status baru, yaitu sebagai seorang pemenang!”

Orang yang berpengharapan seharusnya juga adalah orang yang berani menanggalkan “identitas” lamanya.

(sumber: Manna Sorgawi, 9 Juli 2010)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s