The Shack

When tragedy confronts eternity.

Dalam sebuah liburan, putri bungsu Mack diculik dan dibunuh. Mayatnya tidak ditemukan. Namun, dalam sebuah gubuk di pedalaman hutan di Oregon terdapat bukti-bukti kuat yang mengarah kepada kesimpulan tersebut.

Empat tahun kemudian, ternyata peristiwa tersebut masih membekas di dalam hatinya. Sebuah “kesedihan besar” dimana ia kehilangan putri bungsu yang disayanginya. Di tengah badai salju dan kesedihan besarnya tersebut, Mack menerima secarik kertas yang berisi sebuah pesan misterius yang mengundangnya untuk datang ke gubuk itu.

Mack sangat bingung, apakah mesti datang ke sana atau tidak. Akhirnya, dia memutuskan untuk pergi ke gubuk itu. Dari keputusan inilah, sebuah perjalanan lain sebenarnya telah dimulai. Sebuah pesan misterius itu membawa Mack kepada sebuah pengalaman yang sangat tak terduga namun mampu mengubah hidup Mack selamanya. Sebuah pengalaman dan perjalanan tentang pengenalan akan Tuhan.

Novel ini memberikan pehamaman yang lengkap mengenai berbagai hal tentang Tuhan melalui sebuah kisah yang dituturkan secara sederhana tapi menarik. Bagi saya pribadi, novel ini telah memberikan pemahaman dan kekuatan mengenai pertanyaan “Mengapa Tuhan membiarkan penderitaan terjadi?”. Penjelasan mengenai konsep Allah Tritunggal juga dijelaskan secara utuh tapi simple sehingga mudah dimengerti.

Selain itu, karya luar biasa dari William P. Young ini menyinggung juga mengenai keberagaman keyakinan dengan perspektif yang berbeda dengan perspektif kebanyakan orang di dunia. Berikut ini merupakan kutipan perkataan Yesus kepada Mack:

“Orang-orang yang mencintaiku berasal dari setiap sistem yang ada. Ada orang Budha atau Mormon, Baptis atau Muslim, Demokrat, Republik dan banyak yang tidak memilih atau bukan bagian kebaktian Minggu pagi atau institusi religius apa pun. Di antara pengikutku ada para pembunuh dan orang-orang fanatik. Juga ada para bankir dan bandar judi, orang Amerika dan Irak, Yahudi dan Palestina. Aku tidak ingin mengkristenkan mereka, tetapi ingin menggabungkan mereka dalam transformasi menjadi anak-anak Papa, menjadi saudaraku, menjadi Kekasihku.”

Jawaban atas “kesedihan besar” yang dialami Mack akan sangat mengejutkan sekaligus mentransformasi hidupnya secara total. Dengan berbagai pesan dan pemahaman yang lebih dalam tentang Tuhan dan pekerjaan-Nya, saya rasa novel ini wajib dibaca oleh setiap kita. Dan bukan tidak mungkin, setelah membacanya kita semua dapat mengalami transformasi yang juga dialami Mack.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s