Kebenaran Diri Sendiri

Bacaan: Hakim-hakim 17:6; Amsal 19:16

Rasanya sulit di[percaya apa yang terjadi di Kolombia, sejak pemerintah setempat mengizinkan pernikahan sejenis pada awal Maret lalu, ratusan pasangan sejenis rela mengatri di Biro Pernikahan hinga berjam-jam untuk mengajukan permohonan pernikahan mereka. Namun yang lebih mengejutkan, pasangan lesbian pretama yang diresmikan adalah pasangan pendeta nyentrik dari salah satu gereja sesat setempat.

Lengkap dengan jas dan gaun pengantin, pasangan lesbian Rev. Darlene Garner (61) dan Rev. Candy Holmes (53) mengucapkan janji setia mereka layaknya pasangan normal pada umumnya. Garner dan Holmes merupakan pemimpin dari Metropolitan Community Churches (MCC), yaitu persatuan gereja yang mengaku sebagai komunitas Kristen, yang melayani komunitas gay dan lesbian. Mereka menikah di kantor Kampanye HAM, Washington, yang memperjuangkan hak gay, lesbian, dan transgender. “Hari ini, cinta yang kalian akui di hati juga diakui di hadapan Distrik Kolombia,” kata Rev.Dwayne Johnson ketika meresmikan pasangan tersebut. Bersamaan dengan mereka, dua pasangan lainnya juga diresmikan, yaitu Reggie Stanley-Rocky Galloway dan Angelisa Young-Sinjoyla Townsend. Kenyataan ini menunjukkan bahwa moral manusia semakin rusak, dimana banyak hal yang haram dinyatakan halal. Di akhir zaman akan semakin banyak orang yang hidup menurut standar yang benar menurut dirinya sendiri.

Tidak hanya di Amerika, Eropa atau belahan dunia lainnya, di Indonesia pun ada banyak orang yang menganggap bahwa hidup sebagai gay atau lesbian merupakan hal yang normal, bahkan hampir digelar Konferensi Regional International Lesbian, Gay, Bisexual, Transgende dan Intersex Association (ILGA) di kota Surabaya. Pandangan ini tentu didasarkan pada kebenaran diri mereka sendiri. Penulis kitab Hakim-hakim mengatakan bahwa pada masa itu bangsa Israel hidup dan berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri, “Pada zaman itu tidak ada raja di atntara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.” (Hak 17:6). Saat mereka hidup menurut standar kebenaran diri sendiri, akhirnya mereka hiduip dalam kesukaran besar, yaitu dijajah bangsa asing. Hidup dalam kebenaran diri sendiri membuat seseorang tidak lagi berada dalam pagar perlindungan Tuhan. Saat ini, prinsip yang sama juga berlaku bagi orang-orang yang hidup di luar standar firman Tuhan.

Hidup yang normal haruslah mematuhi aturan yang ada, dan aturan bagi orang percaya adalah firman Tuhan. Saat kita membulatkan hati untuk hidup takut akan Tuhan, yaitu berdasarkan kebenaran firman-Nya, maka Dia akan menjadi perisai yang kokoh, yang menjaga langkah kita dari kebinasaan. “Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya” (Ams 30:5).

(sumber: Manna Sorgawi 14 Juli 2010)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s