Perbuatan Tanpa Pamrih

Beberapa orang bertanya kepada Sang Guru, apa yang dia maksudkan sebagai “perbuatan tanpa pamrih”.

Ia menjawab, “Perbuatan yang dicintai dan dilakukan demi perbuatan itu sendiri, tidak demi pengakuan atau keuntungan atau hasil.”

Kemudian ia menceritakan tentang seseorang yang disewa oleh seorang peneliti. Orang itu dibawa ke halaman belakang dan diberi sebuah kapak.

“Apakah kamu melihat batang pohon yang terletak di sana itu? Saya ingin agar kamu memotongnya. Syaratnya, kamu hanya boleh menggunakan bagian punggung dari kapak itu, bukan bagian yang tajam. Kamu akan mendapatkan 100 dolar per hari untuk itu.”

Orang itu berpikir bahwa peneliti itu sinting, namun upahnya menggiurkan, maka mulailah dia bekerja.

Dua jam kemudian ia datang dan berkata, “Pak, saya berhenti saja.”

“Ada apa? Bukankah kamu suka bayaran yang akan kamu peroleh? Saya akan melipatgandakan upahmu!”

“Tidak, terima kasih,” kata orang itu. “Bayarannya baik. Tetapi kalau saya memotong kayu, saya harus melihat kepingan-kepingan kayu beterbangan.”

(Anthony de Mello, berbasa-basi sejenak 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s