Sebuah babak baru telah dimulai

17 Juli 2010 merupakan hari bersejarah buat saya dan juga buat temen-temen satu kampus yang diwisuda tadi pagi. Ya, setelah melalui perjalanan studi yang cukup panjang, 4-5 tahun, akhirnya kami semua bisa terlepas dari “belenggu” perkuliahan. Dengan kebetulan atau kemampuan, rasanya saya tidak begitu peduli. Yang penting, lulus!!! Memang bagi beberapa orang, kuliah terasa seperti belenggu, tapi bagi yang lainnya kuliah merupakan kenikmatan tersendiri. Meskipun setiap orang memiliki pandangan dan niatnya sendiri-sendiri dalam menjalani kuliah ini, tapi saya pribadi sangat yakin kalau kuliah di ITB mah setidaknya pasti ada yang nempel. Tidak mudah bisa bertahan dan bisa lulus (bisa juga dibaca: lolos) dari kampus yang konon adalah Institut Terbaik Bangsa.

Tentunya merupakan kebanggaan yang sangat besar bagi orang tua ketika melihat anaknya lulus dari kampus yang tersohor se-Indonesia ini. Sekian lama kuliah, orang tua mungkin telah mengorbankan segalanya buat biaya kuliah kita. Semua dilakukannya semata-mata karena kasih, cinta dan tanggung jawab ayah-ibu kepada anaknya. Tidak perlu imbalan, tak perlu diingat. Beliau hanya berpesan, kita baik-baik kuliah di ITB ini dan lulus sehingga bisa jadi “orang”. Hari ini, tanggung jawab mereka telah selesai. Mereka sudah memberikan modal agar kita bisa mandiri dan berbuat banyak dalam hidup di dunia ini.

Ya, tanggung jawab mereka sudah selesai. Sekarang bagian kita. Bukan hanya urusan membahagiakan orang tua ataupun menghidupi diri sendiri, namun lebih luas dan mulia dari itu. Lulus dari ITB, kita diharapkan untuk menjadi pribadi-pribadi yang bisa turut serta dalam membangun Bangsa Indonesia. “Mengantarkan Bangsa Indonesia ke pintu gerbang masyarakat adil dan makmur“, begitulah kira-kira sepenggal ikrar yang telah diucapkan oleh semua wisudawan. Secara sederhana, artinya kita harus bisa menjadi orang-orang yang bermanfaat bagi orang lain. Tidak mudah memang. Namun, tidak juga sulit karena kita bisa mulai dari hal-hal yang kecil, misalnya dalam sikap ketika bekerja, berorganisasi, dan bersosialisasi. Karena manfaat tidak harus selalu berupa materi, tapi bisa juga berupa hal-hal moral.

Sudah selayaknya, 17 Juli 2010 menjadi hari yang harus kita ingat seumur hidup, bukan hanya karena merupakan momentum persahabatan yang telah dibangun selama ini, bukan hanya karena perpisahan yang harus kita alami satu sama lain, tetapi karena kita sudah memasuki babak kehidupan yang baru.

Sebuah tanggung jawab telah diselesaikan dengan baik, tanggung jawab lainnya baru saja dimulai. Dan kali ini adalah bagian kita! Semoga kita semua dimampukan oleh Yang Maha Kuasa untuk menunaikannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s