Microphone: Directionality

Bagaimana microphone merespon suara yang bersumber dari arah yang berbeda-beda?

Karakteristik direksional dari sebuah mic merupakan variasi output yang dihasilkan ketika mic tersebut diarahkan pada sudut yang berbeda-beda terhadap arah sumber suara. Hal ini mempengaruhi bagaimana menempatan microphone relatif terhadap sumber suara agar suara yang diinginkan dapat masuk secara optimal dan suara yang tidak diinginkan dapat diminimalkan. Directionality direpresentasikan secara grafik yang disebut polar pattern. Dua jenis directionality yang paling umum adalah omnidirectional dan unidirectional. Secara sederhana, karakteristik directionality/polar pattern ini menentukan dari arah mana saja microphone tersebut dapat menangkap suara.

Microphone omnidirectional dapat menangkap suara dari segala arah. Dalam grafik, omnidirectional direpresentasikan dalam bentuk lingkaran mulus yang mengindikasikan bahwa microphone tersebut equally sensitive terhadap suara yang datang dari segala arah. Sebaliknya microphone unidirectional paling sensitif terhadap suara yang datang hanya dari satu arah saja. Pada grafik polar, jenis ini akan tampil dalam bentuk yang rounded, tetapi tidak berupa lingkaran. Tipe paling umum dari unidirectional microphone adalah cardioid yang memiliki polar pattern menyerupai bentuk jantung.

Tipe cardioid paling sensitif terhadap suara yang datang dari arah depan microphone. Arah depan dalam grafik polar merupakan arah 0 derajat (disebut “on axis”). Semakin ke samping, semakin tidak sensitif dan arah yang memiliki sensitivitas paling buruk adalah mendekati arah belakang (rear). Untuk setiap microphone, arah dimana sensitivitasnya paling buruk (output minimum) disebut sebagai null angle. Untuk pola cardioid, null angle berada di arah 180 derajat atau merupakan arah belakang microphone tersebut. Sedangkan, coverage angle untuk cardioid adalah sekitar 130 derajat.

Setelah mengikuti uraian di atas, sekarang kita dapat mengerti bahwa pada umumnya ambient sound yang masuk pada unidirectional mic lebih sedikit daripada omnidirectional karena pada unidirectional sensitivitas mic di bagian samping dan belakang lebih rendah.

Dua tipe unidirectional microphone lainnya adalah supercardioid dan hypercardioid. Dibandingkan terhadap cardioid, dua tipe tersebut memiliki coverage angle yang lebih sempit: 115 derajat untuk supercardioid dan 105 derajat untuk hypercardioid. Namun, tidak seperti cardioid, suara yang berasal dari arah belakang microphone dapat masuk. Hal ini ditandai dengan adanya suatu lobe di arah belakang microphone (lihat gambar). Null angle untuk supercardioid adalah di sekitar 125 derajat dan untuk hypercardioid adalah di sekitar 110 derajat.

Jenis lain dari unidirectional microphone adalah model “shotgun” dan parabolic reflector. Shotgun memiliki coverage angle yang sangat sempit dan biasa digunakan di lingkungan dimana level ambient noise sangat tinggi. Misalnya, untuk keperluan broadcast dan produksi film. Sedangkan tipe parabolic menggunakan microphone omnidirectional yang ditempatkan di titik fokus dari parabolic reflector. Konfigurasi seperti ini akan menguatkan suara secara efektif. Biasanya, tipe ini digunakan terutama untuk keperluan broadcast juga, seperti pada sport event.

Sekarang, kita sudah mengenal bermacam-macam tipe microphone berdasarkan directionality. Namun, ada satu yang tertinggal, yaitu tipe bidirectional. Sesuai namanya, tipe ini equally sensitive terhadap suara dari dua arah, yaitu tepat dari arah depan mic dan tepat dari arah belakang mic. Pada grafik polar, polar pattern dari tipe ini menyerupai angka “8”. Oleh karena itu, sering juga disebut sebagai “figure 8 (eight)” pattern. Untuk tipe ini, coverage angle hanya 90 derajat untuk arah depan dan 90 derajat juga untuk arah belakang. Sedangkan null angle berada di arah 90 derajat, yaitu tepat di arah samping dari microphone tersebut.

Pada akhirnya, pemilihan omnidirectional atau unidirectional mic sekali lagi bergantung pada sumber suara dan juga tujuan suara tersebut. Omnidirectional mic lebih berisiko untuk terjadinya feedback. Sedangkan unidirectional model dapat mengisolasi satu suara/instrumen dari suara/instrumen lainnya sekaligus me-reject background noise. Dengan penempatan yang tepat, unidirectional mic dapat meminimalkan feedback. Untuk alasan-alasan inilah, unidirectional mic lebih banyak digunakan.

A brief summary:Directionality &Pollar pattern



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s