Microphone: Electrical Output

Bagaimana sinyal keluaran microphone dapat match dengan INPUT sound system?

Karakter sinyal keluaran microphone diantaranya ditentukan oleh sensitivitas, impedansi dan konfigurasi dari microphone itu sendiri. Demikian pula halnya dengan INPUT sound system.

Sensitivitas microphone dapat diartikan sebagai perbandingan level keluaran elektrik yang dihasilkan terhadap level suara masukannya. Semakin besar sensitivitas, maka semakin besar pula keluaran elektrik untuk level masukan yang sama. Umumnya, condenser mic mempunyai sensitivitas yang lebih tinggi daripada dynamic mic.

Impedansi secara sederhana merupiakan resistansi keluaran elektrik dari microphone; 150-600 ohm untuk low impedance (low Z), 10000 ohm atau lebih untuk high impedance (high Z). Karena sebagian besar microphone memiliki salah satu dari dua jenis impedansi ini, maka ada beberapa microphone yang memiliki switch untuk memilih impedansi. Pemilihan impedansi ini umumnya ditentukan oleh dua faktor: panjang kabel yang dibutuhkan (dari microphone ke INPUT microphone) dan impedansi dari INPUT microphone.

Panjang kabel maksimum yang mungkin digunakan dengan highimpedance mic seharusnya tidak lebih dari 20 feet. Untuk AVVkabel yang lebih panjang dari 20 feet, respon frekuensi tinggi microphone tersebut akan semakin buruk. Sebaliknya, Lowimpedance mic dapat digunakan untuk panjang kabel lebih dari 1000 feet tanpa penurunan kualitas sehingga jenis ini lebih banyak digunakan.

Konfigurasi keluaran (output configuration) microphone dapat bersifat balanced atau unbalanced. Output yang balanced membawa sinyal pada dua konduktor (plus shield). Sinyal pada setiap konduktor memiliki level yang sama tetapi polaritasnya berkebalikan (satu positif dan yang lainnya negatif). Kebanyakan mixer memiliki INPUT balanced yang sensitif hanya terhadap perbedaan (difference) antara dua sinyal tersebut dan mengabaikan bagian sinyal lainnya yang sama di setiap konduktor. Noise yang terjadi di setiap kabel akan memiliki level dan polaritas yang sama. Dengan sifat INPUT balanced yang hanya sensitif terhadap diferensial dua sinyal tersebut, maka common-mode noise ini akan dihilangkan oleh balanced INPUT. Hal ini akan banyak mengurangi potensi noise pada balanced microphone dan kabel. Untuk lebih jelasnya, cara kerja balanced INPUT diilustrasikan pada gambar berikut ini.

Berbeda dengan balanced output, sinyal unbalanced output dibawa melalui satu konduktor (plus shield) saja. Kemudian unbalanced INPUT sensitif terhadap sinyal apapun yang masuk ke konduktor tersebut. Noise yang masuk pada kabel akan ditambahkan pada sinyal asli microphone dan akan dikuatkan oleh unbalanced INPUT. Oleh karena itu, unbalanced microphone dan kabel tidak pernah direkomendasikan untuk penggunaan kabel yang cukup panjang karena dapat menimbulkan interferensi. Jika Anda pernah menemui suara radiasi sinyal handphone masuk ke ampli gitar, hal inilah yang disebut interferensi dan hal itu terjadi karena sinyal disalurkan melalui kabel satu konduktor (jack to jack/jack TS).


Umumnya, semua microphone highquality dan mediumquality sudah memiliki output yang balanced dan lowimpedance dimana tipe ini merupakan tipe yang direkomendasikan khususnya ketika kabel yang panjang digunakan.

Bagaimana sinyal keluaran microphone dapat match dengan INPUT sound system?

Karakter sinyal keluaran microphone diantaranya ditentukan oleh sensitivitas, impedansi dan konfigurasi dari microphone itu sendiri. Demikian pula halnya dengan INPUT sound system.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s