Microphone: Physical Design

Bagaimana hubungan antara desain mekanis dan  operasional microphone dengan aplikasinya?

Ada beberapa jenis microphone untuk aplikasi ibadah: handheld, user-worn, free-standing mounted, dan boundary atau surface mounted. Masing-masing tipe tersebut dibedakan berdasarkan ukuran, bentuk ataupun mounting method yang spesifik untuk penggunaannya. Kemudian, beberapa microphone bisa juga dilengkapi dengan fitur-fitur khusus, seperti on-off switch, yang mungkin dibutuhkan dalam situasi tertentu.

Tipe handheld digunakan secara luas untuk keperluan speech dan singing. Tipe ini sering digunakan sangat dekat dengan posisi mulut dan kemudian dilengkapi dengan “pop” filter (popper) / windscreen untuk meminimalkan suara nafas yang cenderung eksplosif. Sebenarnya, dalam mic itu sendiri khususnya mic untuk vokal sudah terdapat popper sekaligus grill. Namun, biasanya untuk situasi tertentu dibutuhkan popper tambahan. Ukuran, berat dan kenyamanan merupakan aspek-aspek penting yang menjadi pertimbangan untuk handheld microphone. Satu tips dalam penggunaan handheld mic untuk keperluan vokal adalah menletakkan mic sedekat mungkin dengan mulut, semakin dekat hasilnya akan semakin baik.

User-worn microphone secara sederhana merupakan tipe yang dapat dilekatkan langsung pada penggunanya. Ada yang dilekatkan pada pakaian (clip-on), ada juga model head-worn. Dekatnya jarak head-worn microphone ke mulut memberikan kualitas suara yang lebih baik dan meningkatkan gain-before-feedback dibandingkan dengan model clip-on. Ukuran yang kecil dan tidak mencolok merupakan ciritical factor bagi user-worn microphone. Tipe ini merupakan tipe yang diciptakan bukan untuk dipengang.

Freestanding mounted microphone hadir dalam style yang bervariasi yang disesuaikan untuk setting yang berbeda. “Mounted” artinya mic tersebut dipasang dengan menggunakan stand dan diarahkan ke sumber suaranya. Mounted microphone umumnya dipilih untuk diinstal secara permanen, meskipun dalam kenyataannya banyak tipe handheld yang diletakkan pada mount dan dapat dilepaskan lagi sesuai kebutuhan. Shock isolation sangat esensial jika stand sering dipindahkan ataupun jika stand diletakkan pada panggung yang bergetar. Oleh karena itu, biasanya mic jenis ini menggunakan shock mount untuk meredam getaran. Windscreen diperlukan untuk close-up vocal atau juga untuk penggunaan outdoor. Untuk mic tipe ini, penampilan seringkali menjadi faktor pertimbangan utama.

Boundary atau surfacemounted microphone digunakan untuk posisi yang fixed juga. Microphone jenis ini merupakan tipe yang dipasang pada permukaan tertentu yang sudah ada (misalnya altar, lantai, dinding, atau langit-langit) untuk meng-cover area tertentu. Tipe ini sangat lowprofile dan dapat meminimalkan masalah akustik yang diakibatkan oleh pemantulan suara. Penampilan dan lingkungan fisik memainkan peranan yang penting dalam pemilihannya.

Meskipun secara intrinsik tidak berkaitan langsung dengan keempat karakteristik microphone lainnya (cara kerja, respon frekuensi, directionality, dan konfigurasi output elektrik), faktor desain fisik tidak kalah pentingnya dalam pemilihan bahkan seringkali faktor fisik menjadi bahan pertimbangan yang pertama dalam beberapa aplikasi.

Summary:Microphone Characteristics & Selection

Ada lima karakteristik microphone: cara kerja (Condenser vs. Dynamic), respon frekuensi (Flat vs. Shaped), directionality (Omnidirectional vs. Unidirectional), konfigurasi output elektrik (Unbalanced vs. Balanced) dan desain fisik (handheld, mounted, head-worn, lavalier, surface-mounted, dll). Di dalam pemilihannya untuk aplikasi-aplikasi tertentu, kelima karakteristik tersebut merupakan faktor-faktor yang harus dipertimbangkan agar dapat meraih hasil yang terbaik.

Tipe handheld digunakan secara luas untuk keperluan speech dan singing. Tipe ini sering digunakan sangat dekat dengan posisi mulut dan kemudian dilengkapi dengan “pop” filter (popper) / windscreen untuk meminimalkan suara nafas yang cenderung eksplosif. Sebenarnya, dalam mic itu sendiri khususnya mic untuk vokal sudah terdapat popper sekaligus grill. Namun, biasanya untuk situasi tertentu dibutuhkan popper tambahan. Ukuran, berat dan kenyamanan merupakan aspek-aspek penting yang menjadi pertimbangan untuk handheld microphone. Satu tips dalam penggunaan handheld mic untuk keperluan vokal adalah menletakkan mic sedekat mungkin dengan mulut, semakin dekat hasilnya akan semakin baik.

User-worn microphone secara sederhana merupakan tipe yang dapat dilekatkan langsung pada penggunanya. Ada yang dilekatkan pada pakaian (clip-on), ada juga model head-worn. Dekatnya jarak head-worn microphone ke mulut memberikan kualitas suara yang lebih baik dan meningkatkan gain-before-feedback dibandingkan dengan model clip-on. Ukuran yang kecil dan tidak mencolok merupakan ciritical factor bagi user-worn microphone. Tipe ini merupakan tipe yang diciptakan bukan untuk dipengang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s