Sedikit cerita Sound Crew

Sejak remaja saya sudah aktif di organisasi gerejawi di GKI Tasikmalaya. Setelah dua tahun menempuh masa kuliah, saya juga terlibat akhir di aktivitas pelayanan sound dan musik di GKI Maulana Yusuf Bandung. Setelah betahun-tahun terlibat di kepengurusan dan komunitas pelayanan gereja, saya memiliki pandangan bahwa suatu organisasi/badan pelayanan gereja harusnya memiliki tingkat kebersamaan yang tinggi. Mengapa? Karena jika tidak demikian, maka akhirnya setiap orang hanya datang seminggu sekali atau dua kali untuk sekedar menunaikan tugasnya saja. Padahal, semestinya badan pelayanan tersebut dapat menjadi suatu komunitas untuk bertumbuh dimana anggotanya dapat saling akrab satu sama lain dan juga berbagi hidup bersama.

Pertama kali tergabung di Sound Crew, saya tidak merasakan adanya kebersamaan yang kental. Semuanya biasa-biasa saja. Hanya berkumpul 1-2 kali seminggu di jam-jam yang sudah dijadwalkan untuk melakukan perisapan saja, tidak lebih dari itu. Kebersamaan mulai terasa setelah beberapa orang yang bermukim di Dago Timur 20 masuk. Meskipun pertamanya merasa ragu akan motivasi mereka masuk sound crew, tetapi mereka sangat pandai bergaul dan mudah akrab. Dengan hadirnya mereka lah, mulai ada kegiatan-kegiatan lain di sound crew. Makan dan nonton menjadi kegiatan favorit kami. Kegiatan tersebut ada bermula dari kesamaan kami yang senang hang-out. Meski pada awalnya kegiatan-kegiatan tersebut hanya menjadi kegiatan kami pribadi (bukan kegiatan sound crew), lama-lama kami juga mulai untuk menularkan ide-ide kegiatan serupa di dalam program sound crew secara resmi. Beberapa kali kebersamaan sound crew telah dilakukan selama saya aktif di sana. Mungkin sebagian orang akan memandang bahwa kami sangat eksklusif. Entah. Saya sendiri tidak peduli. Yang penting saya merasakan manfaat positif dari persahabatan kami dan kami tidak melakukan sesuatu yang negatif.

Baru sebulan saya meninggalkan Bandung, sudah kangen dengan sound crew. Dan saya pikir mestinya harus seperti itulah relasi antara sesama anggota badan pelayanan. Kebersamaan. Itulah kuncinya. Kunci untuk memecahkan masalah, dan kunci untuk melakukan suatu tugas pelayanan. Namun, hati-hatilah jangan sampai kebersamaan ini menjadi sangat subjektif, eksklusif dan menjadi “geng” di gereja. Jika demikian, maka hanya akan menjadi batu sandungan bagi orang lain.

Menulis secuil pengalaman saya tersebut, tidak berarti sound crew adalah komunitas yang sempurna. Tidak sama sekali. Sebaliknya, malah harus selalu terus belajar satu sama lain. Bener gak temen2?? Hehe.

Teruslah kompak dan Teruslah berkarya menjadi berkat!!! Sedikit pesan dari saya:

1. Ingat, segala tugas pelayanan kita yang teman-teman lakukan semuanya adalah anugrah dari Tuhan. Siapa lah kita bisa layak melayaninya. Jadi hargai, dan lakukan sepenuh hati.

2. Jangan doyan nya kebersamaan terus, tapi giliran persiapan gak ada yang datang. Tuh lihat lagi poin nomor 1.

3. Terimalah semua anggota apa adanya. Memang sulit pada awalnya. Seperti saya, yang dulu tidak suka dengan DH dan ASS, karena selalu berebut makanan. Tapi pada akhirnya mereka juga mendapat tempat di hati saya. (hahaha.. So sweet ^^)

4. Kalau ada kebersamaan, apapun bentuknya, tolong semuanya bisa luangkan waktu. Jangan itu-itu lagi yang datang. Itu kan ajang untuk saling mengenal satu sama lain, bertegur sapa dan berbagi cerita.

5. Tolong saling perhatian satu sama lain. Biar yang ultah, lulus, naek kelas, atau wisuda bisa ketahuan, meskipun orangnya gak bilang. Biar bisa jadi kebahagiaan bersama. Sebaliknya, jika memang berita sedih, kita bisa menjadi teman yang tepat bagi dia.

6. Kalau ada temanmu salah, tegurlah. Tapi kalau memang dia benar, jangan dibilang salah.

7. Khusus untuk senior terhadap anak baru, jika anak baru salah, janganlah kita menunjukkan kesalahannya, tetapi pertama kali lihatlah apa dia hari itu lebih baik dari minggu sebelumnya. (sok bijak banget ya.. haha.. tp itu kunci Finlandia bisa menjadi negara yang pendidikannya paling maju sedunia)

8. Yuk ah, kita tambahin satu konsep baru di komunitasi sound crew, yaitu komunitas untuk tumbuh bersama.

9. Jangan karena gak ada saya, sound crew jadi lesu.. (hahaha.. siapa sih elo??)

Best Regards,

Jeff

2 thoughts on “Sedikit cerita Sound Crew

  1. wklwkwkwkw, jadi treharu jep, ntar saya kirim ke milis deh gubuk jepri ini hehheh, btw kejarlah cita-citamu setinggi langit kawan, Tuhan selalu menempatkan engkau tepat pada jalnnya, dan jangan lupain kami ya yang blm lulus hahhhehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s