Ingin dikenang seperti apakah kamu setelah mati?

Ketika kamu berjalan melintasi areal pemakaman, kamu melihat di sana sedang diadakan upacara pemakaman. Sayup-sayup terdengar pula lagu Amazing Grace yang sedang dinyanyikan oleh kerumunan orang yang sedang menghadiri upacara tersebut. Entah mengapa, kamu sangat ingin sekali mendekat kepada kerumunan orang yang sedang berkumpul itu. Perlahan-lahan, kakimu melangkah mendekat. Perasaanmu semakin kuat, dan tampak samar-samar wajah-wajah mereka yang sedang dibalut kesedihan. Sepintas wajah mereka terlihat familiar. Ketika posisimu tinggal beberapa meter lagi dari kerumunan orang itu, jelas bahwa orang-orang yang berkumpul di sana adalah semua orangyang kamu kasihi: orang tua, sanak saudara, kekasih,  dan juga sahabat-sahabatmu.

Setelah lagu Amazing Grace selesai dilantukan bersama, tiba-tiba salah satu dari sahabatmu melangkah ke tepi liang lahat dan menghadap para hadirin. Dia mengeluarkan secarik kertas dan mulai membacanya. Dan betapa terkejutnya kamu ketika namamu diucapkan oleh temanmu. Serasa tidak yakin, kamu akhirnya berusaha untuk melihat nama yang tertera di batu nisan. Sekarang kamu sadar bahwa kamu telah meninggal, dan sahabatmu itu akan membacakan obituari tentang kamu dan hidupmu.

Sekarang, apa yang kamu ingin temanmu bacakan tentang mu ketika kamu sudah tiada?

Entah mengapa malam ini saya tiba-tiba teringat akan satu sesi yang pernah beberapa kali saya dan teman saya, Agung, bawakan di eks-SMA kami beberapa tahun yang lalu. Sajian utama dalam sesi yang berdurasi sekitar 1,5 jam tersebut dibawakan oleh Agung dengan bertemakan: obituari. Ingin dikenang seperti apakah kita semua setelah meninggal, itulah gagasan utama yang ingin disampaikan kepada adik-adik kelas kami dengan harapan sesi kami dapat membuka pikiran mereka untuk menyadari arti dari sebuah kehidupan dan bagaimana menjalaninya.

Banyak dari antara kita, baik anak muda maupun dewasa, menjalani hidup ini sesukanya, tanpa menyadari bahwa kapan pun kita bisa saja dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Sebagai orang beragama, tentu kita mengerti dan meyakini bahwa pada saat itu merupakan saat dimana kita semua mesti mempertanggung-jawabkan semua perilaku yang telah kita lakukan di dunia. Banyak orang mengibaratkan momen itu dengan sebuah neraca besar yang berfungsi menimbang apakah kebaikan kita lebih berat daripada perilaku jahat kita. Jika iya, maka kita masuk ke pintu surga, dan jika tidak kita dijebloskan ke neraka. Meski cerita-cerita seperti itu sudah kita dengar sejak kecil dengan maksud agar kita bisa senantiasa menabur kebaikan bagi orang lain dan melakukan hal positif bagi diri sendiri, nyatanya tidak demikian. Banyak anak muda menyia-nyiakan kemudaan mereka dengan hal-hal negatif, yang meskipun  tidak merugikan orang lain, namun hal itu sedikit demi sedikit merusak hidupnya sendiri dan juga menyakiti perasaan orang-orang terdekatnya terutama orang tua.

Membayangkan kenangan apa yang kita ingin agar orang lain miliki tentang kita dapat membantu kita untuk menemukan tujuan hidup kita yang sesungguhnya dan membuat kita senantiasa menjadi pribadi yang berharga bagi orang lain dalam setiap kehadiran kita. Mengingat segala jerih payah dan kasih sayang yang telah diberikan orang tua selama hidup kita semakin membulatkan tekad kita untuk menjadi orang yang berguna dan menyenangkan hati mereka.

Entah bagaimana kehidupan adik-adik kelas kami sekarang. Saya berharap bahwa mereka masih mengingat sesi tersebut dan tekad/komitmen yang telah mereka ambil saat itu serta berusaha untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

One thought on “Ingin dikenang seperti apakah kamu setelah mati?

  1. wah wah,,, ada namaku di sebut,,, kalo inget kejadian waktu kita bawain, kita berharap terlalu banyak (mungkin) tapi paling tidak itu yang bisa dilakukan saat itu,,, entah, rasanya, ingin melakukan itu lagi jef,,,, tapi ,,,, ada banyak hal yang mungkin membuat kita (mungkin) tidak bisa melakukan itu,,, oh iya, makasih kepedulianmu ke adik2 kelas kita, kalo aja waktu itu kamu gak ngajak, kayaknya gak akan ada tulisan kamu disini,,, hehehe,,,,

    jabat erat tangan kita!
    best regard,
    -GuNk’s-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s