Sejuta Doa untuk Gus Dur

Seperti novel sebelumnya, Sejuta Hati untuk Gus Dur (SHGD), novel Sejuta Doa untuk Gus Dur (SDGD) juga menceritakan riwayat Gus Dur secara luar biasa inspiratif. Jika Anda sudah membaca novel sebelumnya, SHGD, maka kita akan menemukan bahwa novel SDGD meski sama-sama mengisahkan perjalanan sang pluralis, tetapi keduanya saling melengkapi. Di novel SDGD, diceritakan kisah-kisah yang tidak diceritakan di SHGD. Begitu pula sebaliknya.

Di novel SDGD, sang penulis, Damien Dematra, lebih menyorotkan isinya ke masalah pluralisme. Dalam novel ini juga diceritakan kisah-kisah orang terdekat Gus Dur yang pernah mendapatkan bantuan dari Gus Dur ketika masih hidup. Membaca kisah-kisah tersebut, kerapkali saya tertawa sendiri. Lebih tepatnya menertawakan sikap Gus Dur dalam memecahkan persoalan-persoalan orang lain dalam hidupnya. Tidak hanya tertawa, saya juga diajak untuk terharu dan terkagum akan prinsip yang beliau pegang dalam hidupnya.

Sesuai judulnya, dalam novel ini juga Damien menyertakakan banyak sekali doa yang dipanjatkan pengagum-pengagum Gus Dur ketika Gus Dur kembali ke sisi Yang Maha Kuasa. Doa yang berasal dari berbagai etnis, suku, dan agama. Dari berbagai kalangan minoritas di negeri Indonesia yang kerapkali mendapat perlakuan yang tidak adil. Ini terbukti bahwa hidup Gus Dur telah bermanfaat bagi banyak orang, dan ketika beliau tiada, semangat dan kenangan tetap melekat di setiap hati mereka.

Yang sangat menarik perhatian saya adalah pembicaraan antara Binky dan Gus Dur mengenai makna sukses. Gus Dur mengatakan bahwa sukses tidaknya manusia tidak terlihat ketika hidup, tetapi justru setelah mati. Berdasarkan itu, Gus Dur tentu saja termasuk orang yang sukses. Bahkan ketika dia meninggal, kerumunan orang bak lautan manusia mengantarkan kepergiannya. Kerumunan orang yang bukan siapa-siapa, hanya rakyat biasa. Ituluh Gus Dur, manusia yang sukses menjadi manusia sebenarnya di dunia, mengamalkan segala titipan Sang Ilahi, peduli dan membela kaum yang tertindas.

Bacalah novel ini, dan kita semua akan terkagum-kagum atas segala perbuatannya selama di dunia, sekaligus membuat kita bertanya pada diri sendiri, ”Apa saja yang sudah kau lakukan untuk orang lain?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s