Pancasila: Lupa-Lupa Ingat

ya ampun baca teks pancasila aja salah, gimana toh pak mentri. segitu tinggal baca aja, gimana dihafal. parah neh. bajakan……………….

Itulah salah satu status yang teman saya tuliskan di Facebook. Pertama kali membacanya, saya cuma geleng-geleng kepala tanpa teringat hari ini adalah Hari Kesaktian Pancasila (akhirnya inget juga). Kemudian, karena merasa penasaran, saya coba tanya paman Google, siapa sih menteri yang salah baca itu? Namun, Google cuma bisa kasih keterangan bahwa Ketua MPR-lah yang salah membacakan teks Pancasila dan juga UUD 45 (baca di sini). Oke lah, what ever. Siapa pun yang salah, saya cuma ingin cerita bahwa saya juga pernah mengalami hal yang sama. Begini ceritanya.

Sewaktu SMA dulu, saya terpilih untuk mengikuti seleksi pelajar teladan tingkat kota. Nah, selain ada tes akademis, di tahapan seleksi tersebut, ada juga tes lainnya, yaitu: tes kesenian dan wawancara. Dengan sedikit kemampuan saya bermain gitar, tentunya tes kesenian berhasil dilewatkan dengan mulus. Tibalah saatnya wawancara. Ada tiga interviewer di sana dan ada tiga topik yang akan diwawancarakan. Pertama tentang kehidupan spiritual (agama), budi pekerti dan etika, dan terakhir adalah tentang hidup sebagai warga negara (PPKn). Tes yang pertama dan kedua, berjalan lancar. Tibalah di interviewer ketiga. Satu-satunya pertanyaan yang saya jawab begitu bodoh adalah: “Coba sebutkan sila ketiga Pancasila”. Saya jawab kontan dan lantang: “Kemanusiaan yang adil dan beradab, Pak!”. Setelah kalimat itu terlontar, saya baru sadar bahwa saya telah salah total.Kemudian saya koreksi langsung: “Eh, Persatuan Indonesia, pak!” Si Bapak itu cuma bisa senyum-senyum kemudian saya diceramahi dikit deh. Maklum lah, saya lupa karena setahun penuh sekolah kami tidak melakukan upacara bendera waktu itu karena kami harus menumpang sekolah di gedung SD, sehingga masuk siang terus.

***

Mungkin gak cuma saya dan Ketua MPR yang lupa kelima sila dalam Pancasila, saya yakin tidak sedikit orang yang sudah lupa sila-sila itu. Bahkan yang lebih parah lagi, tidak hanya lupa secara ingatan, tapi jiwa dan nilai dari Pancasila mungkin tidak tertanam sama sekali di hati kita, warga negara Indonesia. Padahal, sebagai lambang negara, Pancasila mencerminkan pandangan hidup bangsa, dasar negara Indonesia. Sekarang Pancasila mungkin sudah tidak lebih dari sekedar pajangan usang di tiap gedung sekolah dan hafalan bagi setiap siswa SD. Namun, saya berharap lebih dari itu, selain menjadi hafalan, guru juga mampu dan berinisiatif menanamkan nilai Pancasila itu di dalam kehidupan muridnya sejak dini.

Hari Kesaktian Pancasila, hari yang ditetapkan untuk memperingati salah satu peristiwa besar dalam sejarah bangsa Indonesia, bahwa dasar negara Pancasila berhasil diselamatkan dari pemberontakan oleh kaum komunis. Oleh karena itu, sampai saat ini dasar negara kita masih tetap Pancasila, dan bukan paham komunis. Terselamatkannya Pancasila harus dibayar dengan harga yang sangat mahal, yaitu dengan integritas, konsistensi, dan nyawa dari para Pahlawan Revolusi kita.

Sungguh ironis, jika kita lihat bahwa di zaman sekarang, segala bentuk hasil perjuangan para pahwalan dulu tampaknya sudah tidak dihargai lagi oleh bangsa ini. Salah satu hal yang paling sering kita temukan di media adalah terbengkalainya tempat-tempat bernilai sejarah dan kehidupan para sanak saudara dan keluarga para pahlawan yang tidak mendapat perhatian dari pemerintah. Jangan sampai kelupaan kita akan sejarah perjuangan bangsa ini serta nasionalime semakin hilang. Jika demikian, di masa depan takutnya kita akan melihat Indonesia sebagai bangsa yang warga negaranya sangat egois dan tidak mau saling membantu, apalagi memikirkan kepentingan dan kemajuan bangsa.Duh, jangan sampai dah ya. Amit-amit.

So, masih hafalkah Anda dengan kelima sila Pancasila? Masih ingatkah Anda ketujuh pahlawan revolusi? Tidak hafal juga tidak apa-apa, yang penting nilai-nilai dari kelima sila itu sudah tertanam di hati Anda dan bisa membawa sinar terang bagi bangsa ini.

One thought on “Pancasila: Lupa-Lupa Ingat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s