Surabaya, Kau Memesonaku

Naik Kereta Api, Tut.. Tut.. Tut… ke Bandung, Surabaya….

Yap, tepat jam 7.30 pagi ini kereta api Argo Willis jurusan Surabaya-Bandung telah berangkat. Saya seorang diri duduk di kursi eksekutif dengan nomor 4D sambil menikmati indahnya pagi di balik jendela kereta. Memang, melakukan perjalanan dengan menikmati keadaan alam yang dilewati merupakan hal yang sangat menyenangkan. Sejenak ingatan saya melompat ke 4 hari yang lalu. Kamis malam jam7 tepat saya bersama ketiga teman saya, Giri, Firman, dan Rizky (PS) dengan bermodalkan sedikit persiapan, segudang tekad dan satu tiket kereta berangkat untuk mengikuti final LCEN di ITS Surabaya.

Rizky, Firman, Giri, dan saya

Banyak kesan yang saya dapatkan dalam pengalaman naik kereta api ke Surabaya kemarin. Pertama, itu kali pertama saya naik kereta kelas eksekutif sekaligus kali pertama saya ke Surabaya. Saya baru tahu kalau AC kereta sangat dingin bukan kepalang. Padahal, saya sudah mengenakan baju berlapis dua plus jaket. Meski diberi selimut dalam kereta, tetapi hal itu tidak begitu menolong. Saya tetap saja kedinginan bahkan selimut kerapkali saya tarik untuk menutupi seluruh badan dan wajah saya agar hangat. Alhasil, di hari berikutnya kami berempat merasa tidak sehat. Saya sendiri yang minggu lalu baru saja demam, mulai merasa sakit tenggorokan.

Memang tidak banyak yang kami lakukan di Surabaya. Setiap hari kami berangkat pagi ke GramediaExpo untuk menjaga stand pameran karya kami hingga sore. Malam baru sampai di Wisma Puslitbang Kesehatan, Jalan Indrapura 17, yang katanya merupakan eks rumah sakit kelamin. Sungguh membosankan memang. Untungnya pada hari Sabtu, setelah di pagi hari dilakukan penilaian karya oleh dua juri, sore harinya kami berhasil mencuri waktu untuk “kabur” dari pameran itu dan berjalan-jalan sebentar. Thanks to temannya PS, Gilang dan arek-areknya, Agni dan Panca yang sudah mengorbankan waktu malam minggunya untuk menemani kami.

Sungguh, baru saja berjalan-jalan sebentar saya kagum dan jatuh hati dengan kota Surabaya. Kotanya yang begitu bersih, teratur dan banyak ruang terbuka hijau, sangat kontras jika dibandingkan dengan kota Bandung apalagi Jakarta yang begitu padat, macet dan polutif. Namun, saya juga tidak tahu apakah yang kami lewati kemarin kebetulan yang bagus-bagusnya semua. I don’t care, yang jelas saya senang berada di kota ini. Karena waktu yang terbatas, kami hanya sempat jalan-jalan ke dua tempat, Taman Bungkul dan Taman Pelangi.

Taman Bungkul di malam hari

Di taman Bungkul terdapat banyak tempat makanan. Sekilas tempat ini mirip dengan taman Cilaki di Bandung, dimana banyak tempat makan berjejeran. Namun, di taman Bungkul, tempat ini tidak hanya sekedar tempat makan dan kemudian langsung pulang, di sini ada sebuah taman yang didekorasi sedemikian rupa sehingga bisa menjadi tempat yang asyik untuk nongkrong, ngobrol, dan bersantai. Bahkan kerapkali ada acara live music di taman tersebut. Toilet gratis pun disediakan untuk para pengunjung. Sekarang kebayang kan bedanya dengan taman Cilaki, dimana taman di tengahnya itu sangat gelap gulita. Menurut Gilang, salah satu makanan khas yang terkenal di taman Bungkul adalah nasi rawon ‘kalkulator’. Hanya saja, kemarin saya belum sempat mencicipinya, karena tidak semua sedang ingin makan rawon.

Taman Pelangi

Kemudian, selepas dari taman Bungkul, kami singgah di taman Pelangi, sebuah taman di tengah kota dimana ada semacam monumen/patung berbentuk artistik yang disoroti lampu berwarna-warni dan dialiri air. Keren banget. Sebenarnya, mungkin bagi orang Surabaya sendiri, tempat-tempat seperti ini sudah tidak aneh dan tidak menarik. Tapi bagi saya, tempat-tempat seperti ini belum pernah saya temui.

Hari Minggu dilalui seperti biasa, seharian di pameran hingga malam karena ada pengumuman pemenang. Puji Tuhan, saya dan Giri yang tergabung di tim ‘Mengejar Juli’ berhasil mendapatkan juara 1. Akhirnya, segala usaha dan pengorbanan yang telah dilakukan tidak sia-sia. Tapi kami berdua yakin bahwa kemenangan ini sesungguhnya hanya anugrah dari Yang Maha Kuasa dan tanpa campur tangan Dia, kita mustahil menang. Sayang, tim ‘Mata Elang’ (Firman dan PS) belum berhasil mendapatkan juara. Padahal, karya mereka pun tidak kalah bagusnya. Semangat ya, teman! Teruslah berkarya dan berinovasi! Kemenangan ini sangat berarti bagi saya, karena ini kali pertama saya memenangi suatu lomba keelektroan atas nama ITB. Sebelumnya, saya tidak pernah menang dan memang jarang mengikuti ajang seperti ini.

Hari ini, saya tiba di stasiun Gubeng kurang dari pukul 6.30. Kereta berangkat pukul 7.30. Masih ada waktu sejam unutk makan dan membeli bekal.  Menunggu sejam di stasiun Gubeng ternyata tidak membosankan. Di sana ada pertunjukan musik gratis yang dibawakan oleh tiga orang hanya dengan iringan dua gitar dan satu bass. Duduk di ruang tunggu sambil mendengarkan tembang-tembang lawas seperti ‘Jogjakarta’ dan ‘Fly me to the moon’ rasanya sangat nikmat dan mengantarkan pikiran kepada kenangan-kenangan indah.

Sayang sekali waktu saya sangat terbatas, padahal banyak sekali tempat yang masih belum dikunjungi dan juga saya masih belum sempat bertemu dengan sahabat SMA saya yang sekarang bermukim di kota ini. Kota ini sungguh mempesona dan memberikan first impression yang sangat baik sekali bagi saya. Suatu saat saya akan kembali, untuk menikmati dan menjelajahi keunikan, kekhasan dan keindahan kota ini sekaligus jalan-jalan dengan sahabat saya. I’ll be there again someday!

6 thoughts on “Surabaya, Kau Memesonaku

    • hai, mas. iya, masih kerja kok. dlu sewaktu masih kuliah, saya pernah masukin proposal lomba. nah, finalnya baru kemarin. jadi sya minta izin ke boss deh..

  1. widiiii… ternyata gitu ceritanyaaa… maaf yaa atas ketidaknyamanan dan terlalu minimny fasilitas yg diberikan pada peserta LCEN. ini akan jadi evaluasi terberat untuk IEE selanjutnya. :))
    Vela-panitia IEE Expo 2010

    • ndak opo-opo (yg penting uda menang, hatipun senang. hehe)
      btw, ini vela bendahara kan? cek email mu ya. saya mau kirim email, ada yg pengen ditanyain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s