Disakiti

Sang Guru tidak suka akan orang-orang yang terus-menerus larut dalam kesedihan atau kemarahan.

“Disakiti itu tidak jadi masalah jika kamu tidak memaksa mengingatnya,” katanya.

Anthony de Mello

Pastinya kita pernah disakiti orang lain, baik melalui perkataan maupun melalui tindakan mereka. Seringkali, dampak yang mereka berikan berbekas sangat lama, dan tidak sedikit yang malah menjadi dendam kesumat. Pertanyaannya: “siapa yang rugi jika hal ini terjadi?”. Bukankah kita sendiri? Mungkin apa yang mereka lakukan kepada kita, mereka sendiri sudah lupa. Tapi, dampaknya bisa menjadi luar biasa menyakitkan ketika kita terus mengingatnya.

Sang Guru ingin mengingatkan bahwa tidak ada seorang pun dapat menyakiti kita, selain diri kita sendiri. Ketika kita memutuskan untuk terus mengingatnya dan tidak bisa berdamai dengan kesakitan kita, maka rasa sakit ataupun marah itu tidak akan kunjung hilang. Akhirnya, tidak jarang kemarahan/kesakitan kita berujung pada tindakan pembalasan yang bisa merugikan diri kita maupun orang lain.

Maka, tidak aneh jika dalam salah satu agama dikatakan bahwa: “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu.”

Just FORGIVE and FORGET!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s