Tatkala Dalam Kesesakan

Bahan bacaan: Roma 8:26; Mazmur 57:2-12

Pernahkah Anda mengalami keadaan tertekan seperti berada di penjara, Anda terkekang seolah tidak bisa keluar dari situasi tersebut? Saat mengahadapi keadaan seperti ini, Silas dan Paulus yang sedang terbelenggu di dalam penjara yang dikawal oleh tentara Romawi, malah berdoa dan menaikkan puji-pujian kepada Tuhan (Kis 16:19-26). Di dalam hati yang bersyukur dan terpaut dengan Tuhan itulah mereka mendapat sukacita serta kemenangan. Paulus yang sudah mengalami berbagai kesesakan dan selalu menang atas keadaan sukar itu, mengajar kita untuk bersukacita senantiasa.

Saya mengalami kebenaran ajaran Paulus ini pada waktu saya dalam kesesakan. Waktu itu saya merasa tidak sehat, tubuh demam, berbeban berat, dan hati galau karena memikirkan tidak ada perubahan yang signifikan dalam hidup saya. Hati saya bertanya, mengapa Tuhan tidak juga mengangkat hidup saya ke tingkat yang saya impikan, padahal saya sudah belajar setia melayani Dia dan pekerjaanNya sejak remaja. Untuk mengalihkan perhatian dan mendapat sedikit kesenangan, saya main game di laptop saya. Sambil bermain, saya menyanyikan lagu-lagu sekuler, namun ada suara di hati kecil saya yang berkata, “Kenapa engkau tidak menaikkan lagu-lagu pujian waktu engkau mengalami cinta mula-mula?” Saya menaati suara itu dan menyanyikan lagu, “Ke manakah aku dapat pergi menjauh RohMu Tuhan. Kuberlari mendaki ke langit namun Engkau ada di sana. …”Ketika menyanyikan lagu itu, tiba-tiba air mata saya mengalir tiada hentinya. Lalu suara lembut tadi berbicara lagi, “Kenapa engkau tidak mematikan gamenya dan mengambil sikap berdoa?” Saya mengeraskan hati dan berkata. “Ah, nanggung nih. Score-nya lagi tinggi banget, belum pernah mencapai level setinggi ini.” Tiba -tiba saja layar laptop saya yang tidak pernah bermasalah menghitam, tanpa menunda lagi saya langsung mengambil sikap berdoa. Saya menaikkan lagu yang sama berulang-ulang dan air mata saya tidak bisa berhenti mengalir. Saat itu juga saya merasakan kelegaan, semua keluh kesah saya Tuhan ganti dengan penghiburan dan pengharapan yang baru. Saya mengalami kebebasan manakala datang kepada Tuhan di dalam doa, pujian, dan penyembahan. Firman Tuhan mengatakan bahwa Dia bertakhta di atas puji-pujian umatNya (Mzm 22:4).

Paulus mengatakan bahwa Roh membantu kita berdoa dengan keluhan-keluhan yang tak terucapkan. “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.” (Rm 8:26). Ketika dalam masa kesesakan kita datang kepada Tuhan dengan hati yang hancur, sampai kita tidak bisa berkata apa pun, Roh Kudus akan membantu kita berdoa. Jika saat ini Anda sedang berbeban berat, hampirilah Tuhan dalam doa dan pujian, niscaya ada kemenangan yang Anda dapatkan!

sumber: Manna Sorgawi 20 Februari 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s