After Orchard

Membaca buku ini membuat paradigma saya tentang Singapura berubah total. Tadinya, seperti orang awam pada umumnya, saya memandang negeri singa ini sebagai surga belanja dan wisata, negeri yang makmur, semua rakyatnya sejahtera, tempat pendidikan berkualitas, dan negeri yang sangat aman, baik bagi rakyatnya maupun bagi buronan-buronan. Sekarang, cara pandang saya terhadap negeri ini menjadi lebih lengkap. Di samping segala kelebihan yang selama ini saya tahu dan dengar, Singapura, layaknya yin dan yang, memiliki sisi lain.

Berbekal pengalamannya selama 4 tahun kuliah di Nanyang Technological University (NTU), Margareta, sang penulis yang akrab dipanggil Margie, dengan lugas telah menuturkan pengalamannya. Dengan cerdas dan sederhana, Margie telah membagikan ironi yang dia dapat selama hidup di tengah-tengah masyarakat Singapura. Sebuah ironi dibalik potret Singapura yang serba maju dan moderen.

Siapa yang menyangka jika ternyata di balik keglamorannya, Singapura telah terkungkung dalam keteraturan, individualisme, dan apatisme. Tak ada lagi toleransi dan keramahan seperti di negeri kita. Kreativitas semakin sulit didapat akibat pola hidup yang monoton dan prosedural. Manusianya dibesarkan dalam situasi yang tidak memanusiakan dimana prestasi dan materi menjadi ukuran utama. Akibatnya, tidak lagi tempat bagi orang yang biasa-biasa saja, apalagi orang bodoh. Pola hidup seperti itu diterapkan juga di kampus tempat Margie menuntut ilmu. Tidak aneh jika di NTU, rata-rata prestasi mahasiswanya sangat baik, tetapi juga tingkat kematian akibat bunuh diri pun cukup tinggi.

Sekarang, saya lebih mencintai dan bersyukur atas negeri sendiri, negeri dimana toleransi dijunjung tinggi dan rakyatnya terkenal sangat ramah. Meski banyak kisruh di negeri ini, setidaknya saya bisa menjadi manusia “bebas” di sini. Masih banyak kelebihan yang dimiliki Indonesia dibanding negeri Singapura. Setidaknya, mahasiswa dengan IPK dua koma masih mendapatkan kesempatan yang sama untuk bisa berkarya di negeri tercinta ini. Di Singapura?? Entahlah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s