Microphone: Placement

Sedikit mengulas yang telah dipaparkan pada posting-an sebelumnya, suara (sound) dapat dikategorikan sebagai desired dan undesired. Kemudian, soundfield atau total suara dalam satu ruangan, merupakan gabungan dari direct sound dan ambient sound. Level direct sound menurun seiring dengan bertambahnya jarak sedangkan ambient sound akan tetap di level yang konstan.

Critical distance adalah jarak (dari sumber suara) dimana level direct sound telah turun ke level yang sama dengan ambient sound. Critical distance ditentukan oleh kekerasan (loudness) direct sound relatif terhadap kekerasan ambient sound. Seorang yang berbicara pelan dalam sebuah ruangan yang noisy akan memiliki critical distance yang pendek, sedangkan seorang yang berbicara keras dalam sebuah ruangan yang sepi akan memiliki critical distance yang lebih panjang. Dalam prakteknya, microphone mesti ditempatkan jauh lebih dekat dari critical distance untuk mendapatkan perbandingan direct-to-ambient sound yang acceptable.

Critical distance mendasari konsep “reach” atau distant pickup capability. Proporsi direct vs. ambient sound yang masuk ke microphone merupakan sebuah fungsi yang tidak hanya bergantung pada jarak tetapi juga directional pattern dari microphone. Untuk perbandingan direct-to-ambient sound tertentu, sebuah unidirectional microphone dapat digunakan pada jarak yang lebih besar dari sumber suara dibandingkan sebuah microphone bertipe omnidirectional. Hal ini disebut distance factor, yang berikisar antara 1.7 untuk tipe cardioid, hingga 2.0 (dua kalinya omni distance) untuk tipe hypercardioid.

Reach merupakan sebuah konsep yang sangat subjektif dan lebih banyak didominasi oleh actual direct vs. ambient sound level di posisi microphone dibandingkan oleh directionality dari microphone itu sendiri. Bahkan sebuah omni akan memiliki excellent reach jika tidak ada ambient sound. Catat bahwa microphone directional tidak lebih sensitif terhadap on-axis sound, tetapi lebih tidak sensitif terhadap off-axis sound.

One thought on “Microphone: Placement

  1. masukan nih. mungkin perlu diperjelas ambient sound itu termasuk desired atau undesired. kalo menurut gw bisa keduanya: desired untuk reflected sound (jangan lupakan elemen ini😀 ) dan undesired untuk background noise. karena pada dasarnya microphone tidak dapat menyeleksi secara subjektif, hanya dapat melakukan penapisan dalam domain frekuensi saja. hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s