Bagaimana menggunakan dasi? (How to tie a tie?)

Sedari kecil hingga meginjak lulus kuliah, saya tidak pernah menggunakan dasi dalam acara apapun, dan tidak pernah merasa perlu untuk menggunakannya hingga suatu saat saya mesti menjalani sidang akhir tugas akhir S1.

Beruntung, saya dipinjami satu dasi tempel dimana dasi tersebut sudah terbentuk dan untuk bongkar pasangnya tidak perlu membuka ikatan yang sudah jadi. Dasinya seperti gambar di samping ini, warnanya gabungan antara hitam-sliver bermotif garis-garis. Adanya dasi tempel itu membuat saya merasa aman dan tidak perlu belajar menggunakan dasi.

Sidang dan wisuda usai, tak sengaja ikatan dasi tersebut terbuka. Hingga hari kemarin, dasi tersebut masih terbuka, dan belum saya coba ikat lagi. Saya masih merasa belum eager untuk belajar mengikat dasi. Bahkan dalam suatu acara pertengahan Desember kemarin, saya mesti minta tol0ng salah satu teman untuk mengikatkan dasi di leher saya.

Mendapatkan sebuah dasi biru dari pacar saya seminggu yang lalu, membuat saya merasa ingin bisa menggunakan dasi tanpa bantuan orang lain. Akhirnya, kemarin saya search di Google, dan menemukan sebuah situs “To Tie A Tie.com“. Saya pun berusaha mengikuti salah satu cara yang dipaparkan di sana untuk mengikat dasi. Dan, gambar di atas adalah dasi tempel yang sempat terbuka ikatannya dan berhasil saya ikat kembali. Itulah ikatan pertama yang berhasil saya lakukan sendiri.

Saya akan bagikan langkah-langkah yang berhasil saya lakukan, semuanya saya ambil dari website “To Tie A Tie.com:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s