Last christmas culinary trip in Bandung

Menginjak tahun yang baru tidak menghalangi niat saya untuk membagikan pengalaman jalan-jalan sewaktu liburan natal kemarin di Bandung. Di bawah ini beberapa tempat makan yang saya sempat jambangi — some places with my girlfriend, and the rest  with my old friends

1. Sagoo – Paris Van Java (PVJ), Jl. Sukajadi, Bandung

Inilah tempat makan siang setibanya saya di Bandung (23 Des). Berlokasi di Paris Van Java, salah satu pusat hiburan, shopping, hangout dan tempat makan di Bandung.

Interiornya dari Sagoo, tempat makan yang saya dan pacar saya jambangi ini, cukup unik dan menarik. Menampilkan kesan hangat yang mendalam dengan mengangkat konsep tradisional yang disentuh dengan gaya moderen.

Menu makanan dan minuman yang disajikan di Sagoo ini sebagian besar merupakan makanan tradisional khas Indonesia, seperti Nasi Rawon, Nasi Goreng, dan Bakmi Jawa yang saya pilih untuk menu lunch saya (gambar di bawah). Selain itu, di sini juga dijual makanan-makanan kecil tradisional, seperti permen rokok, permen karet Yosan, ataupun mainan balon tiup yang sering kita dapatkan di masa kecil dulu.

Namun, jangan kaget jika harga makanan-makanan simple yang mungkin jika di luar kita dapati dengan harga murah, di sini harganya menjadi cukup mahal. Untuk dua menu makanan dan dua minuman bebahan dasar teh, saya harus mengeluarkan uang sekitar 60ribu. Tidak perlu heran, saya kira kita semua sudah mengerti mengapa.

Soal rasa, menurut pendapat saya bisa tergolong sedap. Cocok untuk kita semua yang menginginkan masakan tradisional di tempat moderen.

2. Nasi Uduk dan Nasi Kuning – Jl. Kopo, Bandung

23 Des malam, saya memilih untuk menjelajahi kuliner malam Bandung bersama teman-teman saya. Alih-alih makan malam di tempat makan mewah seperti mall, cafe dan sejenisnya, kami memilih untuk mencari makanan jalanan/kaki lima.

Pilihan jatuh ke suatu warung nasi kuning dan nasi uduk di Jalan Kopo. Nasi uduk yang dihidangkan bersama dengan beberapa lauk seperti sambel goreng kentang, ikan tongkol, dan telor, terasa sangat nikmat. Berbeda dengan makan siang tadi, sepiring nasi uduk dengan lauk yang komplit bisa didapatkan kurang dari 10 ribu.

Meskipun warung tenda kaki lima ini sangat sederhana, tapi makan di tempat seperti ini telah menghadirkan kehangatan dan suatu rasa kebersamaan tersendiri di antara teman.

3. Jl. Cibadak, Bandung

Selepas dari warung nasi uduk, kami langsung menuju jalan Cibadak, sentra makanan dan jajanan yang sudah sangat terkenal di Bandung sejak puluhan tahun yang lalu. Bukan karena kami akan mencari makanan malam ronde 2, tapi krn seorang dari teman kami mendapat titipan siomay dan baso tahu terkenal di jalanan ini,

Jalan Cibadak yang di siang hari dipenuhi oleh toko-toko berubah menjadi suatu kawasan kuliner di malam harinya. Sepanjang trotoar dipenuhi oleh orang berjualan makanan, mulai dari ronde jahe, siomay, mie baso, nasi campur, soto, sop kaki, jus buah hingga susu murni.

Meskipun terletak di jalanan, harga makanan yang dijajakan bisa tergolong tidak murah. Selain dari kualitas dan bahan makanan yang disajikan, bisa jadi hal ini dikarenakan faktor sejarah sentra makanan Cibadak yang sudah begitu lama dan juga segmen pasarnya adalah orang dengan ekonomi menengah atas.

Jalan-jalan cari makan malam di Cibadak sudah pasti akan memberikan kesan tersendiri. Kita akan merasakan sisi unik dan lain dari kota Bandung sewaktu berjalan di sepanjang jalan ini mencari apa yang ingin disantap.

4. Bubur Ayam Pak H. Amid, Jl. Surya Sumantri (Depan Maranatha)

Esoknya (24 Des), pagi-pagi sebelum saya berangkat menjemput pacar, saya sempatkan untuk sarapan dulu. Karena saya menginap di dekat Universitas Maranatha, maka saya pun mencari yang dekat.

Pilihan akhirnya jatuh untuk menyantap bubur ayam di seberang kampus Maranatha, Bubur Ayam Pak H.Amid.

Sebelumnya, saya sudah pernah makan di sini. Mendapatkan rasanya cocok dengan lidah dan harganya cocok dengan kocek, bubur ayam ini selalu menjadi pilihan ketika harus mencari sarapan.

Bubur ayam di seberang Maranatha ini sebenarnya merupakan cabang. Pusatnya terletak di Jalan Pajajaran.

5. Mie Rica Kejaksaan – Jl. Kejaksaan, Bandung

Siang harinya, saya bersama pacar saya memilih untuk makan di Mie Rica Kejaksaan, salah satu kedai mie terkenal di Bandung. Terletak di Jl. Kejaksaan, meskipun jalan kecil, tetapi selalu banyak dikunjungi.

Sudah sekitar 2 tahun saya tidak makan mie rica ini, saya merasa kangen untuk merasakan kepedasannya dan sensasi perut panas yang diakibatkannya.

Harganya bisa tergolong wajar untuk semangkuk mie jika dibandingkan dengan mie-mie terkenal lain yang ada di Bandung maupun Jakarta. Rasanya menurut saya enak, terutama karena faktor rica-nya. Bicara soal tekstur mie, tekstur mie rica kejaksaan agak sedikit berbeda dengan mie yang lain. Meskipun tekstur nya mungkin bukan yang terbaik, tetapi tidak menjadi halangan untuk menjadi salah satu mie yang terbaik dan selalu dicari di Bandung. Ini soal selera.

Selain mie rica, pangsit gorengnya juga bisa dikatakan enak. Oh ya, bagi yang belum tahu, mie rica kejaksaan menyediakan dua pilihan untuk daging rica yang akan disajikan bersama mie-nya, ada daging yang halal dan tidak. Jadi, kedai ini selalu terbuka untuk siapapun yang ingin mencoba sensasi rica nya.

Itulah beberapa tempat kuliner di Bandung yang sempat saya kunjungi. Bandung, banyak kenangan tersimpan di sana. 4 tahun kuliah di sana, sekitar 2 tahun pelayanan di sana, dan sudah 1 tahun memiliki pacar di sana🙂

Jalan-jalan kuliner di sana praktis menjadi momen nostalgia yang sangat seru dan bersemengat bagi saya. Thanks to Sugi, Leo, dan pastinya Cecil yang sudah menemani jalan-jalan kuliner natal ini di Bandung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s