Mengejar Resolusi 2012: Mindset, Fokus, Obsesi, dan Disiplin!

klik untuk sumber gambar

Tahun baru tanpa resolusi? Yang benar saja. Membuat suatu resolusi untuk tahun ini adalah sesuatu yang penting untuk menjaga kita tetap semangat dan termotivasi menjalani sepanjang tahun ini. Ada target yang mesti dicapai membuat hidup kita lebih punya arah dan arti. Tanpa target, hidup tidak lebih dari sekadar menghabiskan waktu dan tidak ada sesuatu yang istimewa sehingga membangkitkan gairah kita untuk mengejarnya. Hidup menjadi biasa-biasa saja.

Mengejar target yang kita tetapkan sendiri tidak pernah mudah. Perlu komitmen dan juga proses pengingatan yang berulang-ulang. Perlu komitmen karena mewujudkan sesuatu tidak instan, perlu kegigihan dalam prosesnya. Perlu peingingatan kembali karena kadang apa yang kita tetapkan sebagai target hari ini seringkali akan dengan mudah kita lupakan setelah beberapa bulan, bahkan mungkin beberapa minggu. Setidaknya itu yang menjadi perenungan saya di akhir tahun 2011.

Saya akan berikan satu contohnya. Menyadari bahwa saya gagal untuk menurunkan berat badan, membuat saya cukup kecewa. Kecewa bukan hanya karena saya tidak bisa mencapai apa yang saya rencanakan sejak semula, tetapi juga karena saya selalu gagal untuk memulainya secara konsisten dan hanya berakhir dengan ungkapan “malas, ah.” Di titik itu, bara semangat yang di awal tahun sangat panas sudah mulai dingin karena disiram oleh banyak rasa malas. Saya seolah sudah lupa apa yang pernah saya komitkan di awal tahun.

Huh! What’s wrong with me? Bayangkan saja, jangankan komitmen dalam hati yang tidak tersurat, kata-kata motivasi yang saya tempel di dinding kamar saja hanya ngefek dalam hitungan minggu saja. It’s killing me! Kadang saya merasa sangat lemah dan merasa bersalah terhadap diri sendiri.

Tapi sebenarnya tidak semua target saya gagal dicapai. Beberapa berhasil dicapai dan saya sangat bersyukur untuk segala capaian-capaian yang diizinkan Tuhan terjadi dalam hidup saya sepanjang 2011.

Jika ditelisik lebih jauh, saya bisa mengidentifikasi bahwa saya gagal dalam beberapa komitmen yang bersifat long-term yang erat kaitannya dengan perihal menjaga bara semangat dan menjadi konsisten.

Again, what’s wrong with me?

Ketika saya bertanya-tanya dalam hati, Mario Teguh dalam acara Golden Ways-nya sedang berbicara mengenai topik “Aku ingin kaya”. Dalam penjelasannya. Pak Mario menyinggung soal pentingdan perlunya paradigma/mindset, fokus, dan obsesi. Kemudian ketiganya harus dilengkapi dengan badan yang patuh terhadap pengejaran hal-hal yang baik

Oh my God, that’s the point

Badan yang patuh. Yup, itulah yang agaknya menjadi kendala selama ini: badan yang patuh, disiplin!

Bertekad untuk tidak lebih bodoh dari keledai yang tidak terjatuh pada lubang yang sama, saya akan lebih disiplin dalam mengejar apa yang menjadi target saya tahun 2012 ini.

Resolusi tahun ini sudah mulai terumuskan. Salah satu resolusi saya di 2012 masih meneruskan satu resolusi 2011 yang belum tercapai, yaitu menurunkan berat badan dengan berolahraga rutin. Beberapa diantaranya kembali memerlukan faktor “badan yang patuh” dalam mewujudkannya, selain tentunya ketiga faktor yang lain tetap penting dan kudu, yaitu paradigma/mindset, fokus dan obsesi.

Sikap yang tepat tentang empat faktor tersebut digabungkan dengan keyakinan dan penyerahan penuh terhadap Sang Kuasa, memberanikan saya untuk berkata “BISA!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s