Suatu Kali ke Kawah Putih – Ciwidey

Saya sudah lupa kapan tepatnya kami berenam berwisata ke Ciwidey. Yang jelas, waktu itu kami masih kuliah. Menggunakan 3 buah sepeda motor, saya dan kelima teman saya: Oryza, Dito, Angel, Dewi, dan adiknya Angel (saya lupa namanya, hehe…), berkendara ke Ciwidey untuk mengunjungi salah satu situs wisata terkenal Kawah Putih di selatan Bandung ini.

Menikmati Kawah Putih

Ini bukan pertama kalinya saya ke Ciwidey. Sebelumnya, saya sudah dua kali mengunjungi Kawah Putih. Pertama kali ketika masih duduk di bangku SMP bersama rombongan tur karyawisata sekolah. Kedua kali ketika sudah kuliah bersama dua teman saya yang lain. Perjalanan ketiga saya ke Kawah Putih – Ciwidey ini lebih berkesan karena saya mengendarai motor sendiri selama kurang lebih 3 jam.

Ketika memasuki desa Ciwidey, sungguh segala lelah dan bosan di perjalanan terbayar sudah. Meskipun masih jauh dari gunung, saya sudah bisa merasakan segarnya udara pegunungan yang sejuk. Jalanan pun tidak seperti di kota yang ramai tentunya, lebih lengang. Memasuki kaki gunung, saat itu cuaca sedang mendung dan gerimis, udara cukup dingin namun menyegarkan. Jalanan di situ berkelok-kelok, dan saya melihat banyak penjual durian di sepanjang jalan.

Kawah Putih

Saya merasa sangat puas ketika melihat penanda objek wisata “Kawah Putih” di sisi kiri jalan. Kami pun langsung ke parkiran motor, rehat sebentar dan beberapa dari kami buang air kecil di toilet yang disediakan di sana.

Lokasi kawah berada di tengah hutan lebat. Untuk sampai ke Kawah Putih, kami masih harus melakukan perjalanan naik sejauh kurang lebih 5 km dengan jalan yang cukup menantang. Sebelum naik, setiap pengunjung dikenakan biaya tiket masuk dengan harga yang cukup terjangkau. Jika tidak memiliki kendaraan pribadi, pengunjung bisa menggunakan kendaraan umum yang disediakan di sana. Udara dingin makin terasa ketika kami makin naik, dan kala itu cukup berkabut. Di jalanan menuju kawah ini, pengendara mesti berhati-hati karena lebar jalan cukup pas-pasan, dan kendaraan turun seringkali cukup kencang.

Perjalanan Naik ke Kawah

Akhirnya, sampailah kami di lokasi utamanya. Sensasi bau belerang sudah terasa ketika kami memasuki area parkir. Di area parkir yang cukup luas itu terdapat juga para pedagang yang menjual berbagai makanan-minuman hangat seperti jagung bakar, mie rebus, nasi goreng, gorengan, kopi, teh, dan bandrek. Di dekat area parkir tersebut telah dibangun tangga semen. Setelah menuruni anak-anak tangga tersebut, kami pun tiba di pinggir kawah.

Tepat di depan mata kami adalah pemandangan danau kawah dan bentang alamnya yang sangat indah dan mengagumkan cerminan mahakarya Sang Pencipta.  Ada yang mengatakan Kawah Putih sebagai negeri di awan. Uap yang muncul dari danau vulkaniknya menimbulkan efek seperti awan. Tidak aneh, lokasi ini banyak juga digunakan sebagai lokasi untuk sesi pemotretan pre-wedding.

sumber: Yahoo! Travel Indonesia

Kawah Putih merupakan salah satu kawah Gunung Patuha. Berdasarkan yang saya baca di Yahoo! Travel Indonesia, Kawah Putih ditemukan oleh seorang botanis Jerman Franz Wilhelm Junghuhn pada tahun 1837. Kawah ini menjadi salah satu objek wisata andalan Kabupaten Bandung pada tahun 1987. Dulu kawah tersebut merupakan tambang belerang. Meskipun tentunya tambang tersebut sudah tidak ada, tetapi jejaknya masih ada. Di sekitaran kawah tersebut, ada satu gua yang tidak boleh dihampiri terlalu dekat oleh pengunjung, jika tidak salah gua tersebut bekas tambang belerang.

Danau kawah putih cukup luas. Letaknya berada di  2.430 meter di atas permukaan laut sehingga membuat temperatur di objek wisata ini sangat sejuk. Namun, ketika kami ke sana, cuaca sedang mendung dan turun hujan sehingga hawanya menjadi lebih dingin menggigit. Selain itu, hujan pun membuat batu-batu dan tempat kita berpijak  menjadi lebih licin.

Danau Kawah Putih (sumber: Yahoo! Travel)

Berdasarkan referensi yang sama (Yahoo! Travel Indonesia), salah satu keistimewaan dari Kawah Putih adalah warna danaunya yang berubah-ubah sesuai temperatur dan kadar belerang. Terkadang warnanya kebiruan, kadang kehijauan, terkadang juga cokelat. Secara umum, apapun warna danaunya, lokasi ini didominasi warna putih. Bahkan batu-batu yang mengelilingi kawah pun telah berubah warna menjadi keputih-putihan.

Berbagai lokasi wisata lain di dekat Kawah Putih

Bentangan Kebun Teh menuju Situ Patengan

Setelah cukup puas di Kawah Putih, kami melanjutkan perjalanan ke Situ Patengan, dimana pemandangan kiri-kanan selama perjalanan sangat indah dan menakjubkan. Setelah Kawah Putih, saya melewati beberapa lokasi wisata seperti taman bermain untuk anak dan lokasi perkemahan Ranca Upas. Setelah itu, kami masih disuguhi bentangan kebun teh yang menghampar luas seperti permandani. Saat itu, matahari sedang muncul dan bersinar terang. Hijaunya kebun teh menjadi kuning mengkilat karena pantulan sinar matahari.

Setelah kebun teh, lokasi berikutnya adalah Situ Patengan. Di sini, kami menyewa sebuah perahu untuk berkeliling danau, sekaligus mengelilingi Pulau Cinta. Konon, jika dipotret dari udara, bentuk pulaunya mirip dengan jantung hati. Ada juga yang dinamakan Batu Cinta tidak dapat dilepaskan dari mitos tentang dua sejoli yang bertemu setelah keduanya terpisah sangat lama.

Mitos Batu Cinta

Situ ini cukup banyak dikunjungi orang. Di sekitaran danau juga banyak pedagang makanan dan tentunya oleh-oleh khas Bandung. Sayangnya, pinggiran danau saat itu tidak terlalu terjaga kebersihannya. Kemudian, banyak oknum-oknum (saya kira anak muda) yang menuliskan kata-kata di bebatuan besar di sana. Hal tersebut sangat mengganggu pemandangan menurut saya.

Kawah Putih dan beberapa lokasi menarik di sekitar selatan Bandung ini bisa menjadi tujuan wisata dengan biaya yang terjangkau tetapi tetap memuaskan hasrat kita untuk mendapatkan kesejukan dan keindahan alam. Pemandangannya tidak pernah membuat saya bosan. Suatu kali nanti, saya akan kembali ke sana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s