(Tidak) ada yang istimewa dengan Wisuda

topi-wisuda

Bulan Oktober biasanya merupakan bulan wisuda untuk universitas atau perguruan tinggi. Menanggapi tentang hari wisuda, bagi saya tidak ada yang terlalu istimewa. Yang menjadi istimewa adalah proses yang telah dilakukan sebelum wisuda dan akan dilakukan setelah wisuda.

Prestasi dan penghargaan ketika lulus dari sebuah program studi dicapai melalui sebuah proses yang membutuhkan kegigihan, kerja sama, saling menghargai dan membantu, dan pasrah diri. Semangat itu yang mestinya terpatri sebagai hal yang paling istimewa di dalam setiap benak wisudawan dan juga menjadi bekal bagi masa depannya.

Keistimewaan juga mestinya terletak pada apa yang akan dilakukan setelah lulus. Orang boleh saja berbangga diri dengan wisuda kelulusan dan segala prestasi yang didapatkannya, tetapi janganlah berlebihan dan berlama-lama dengan itu karena pembelajaran sesungguhnya baru saja dimulai.

Sebuah kutipan dari novel populer The Ultimate Gift dapat membantu bagaimana memaknai hal ini:

… pembelajaran adalah proses. Kau tidak bisa duduk di kelas dan suatu hari meninggalkannya dengan membawa ijazah dan mengatakan kalau kau berpendidikan. Aku percaya alasan upacara kelulusan disebut commencement (permulaan dari sesuatu) adalah karena proses belajar dimulai atau diawali pada saat itu….

Di Indonesia sendiri, mestinya commencement ini diawali dengan suatu tanggung jawab moral. Mengapa?

Menurut data yang didapatkan dari BPS, angka partisipasi murni untuk pendidikan tinggi tahun 2012 adalah 13,28%. Angka ini sangat rendah sekali jika dibandingkan penduduk Indonesia yang sangat banyak. Dalam artikel lain (Jurnas.com), Gita Wirjawan dalam satu kali kesempatan menyampaikan bahwa lulusan doktor (S3) di Indonesia baru berjumlah 25ribu orang, jauh tertinggal dari negara-negara seperti India dan China.

Dengan fakta memprihatinkan seperti itu, tidaklah berlebihan jika siapapun yang memiliki kapabilitas dan akses terhadap pendidikan tinggi (baik S1, S2, dan S3) dikatakan memiliki tanggung jawab moral. Tanggung jawab moral ini dapat dipahami sebagai rasa syukur dan amanat karena telah diberikan oleh Sang Kuasa berkat dan kemampuan yang lebih dibandingkan saudara setanah air yang tidak mampu mengakses pendidikan tinggi.

Lantas, apa yang mesti dilakukan sebagai manifestasi dari tanggung jawab moral tersebut? Saya dapat merangkumkannya dalam satu kata kunci, yaitu: pemberdayaan tiada henti, yang dapat dibagi menjadi dua kategori action plan, yaitu: pemberdayaan untuk internal dan pemberdayaan untuk eksternal. Secara semantik, pemberdayaan secara sederhana dapat diartikan sebagai proses/cara membuat berdaya (berkekuatan, berkemampuan, mempunyai akal untuk mengatasi sesuatu).

Pemberdayaan untuk internal berarti memberdayakan diri sendiri. Ini dapat diwujudkan dengan continuous learning atau yang biasa orang sebut juga sebagai lifelong learning; tidak pernah berhenti belajar dan memberikan yang terbaik dalam setiap kesempatan yang dimiliki. Diwisuda bukanlah akhir dari pembelajaran. Jangan mudah puas dan menjadi angkuh untuk terus belajar.

Sedangkan, pemberdayaan untuk eksternal berarti memberdayakan orang lain/orang-orang di sekitar kita sehingga mereka dapat mencapai taraf hidup yang lebih baik. Pemberdayaan jenis kedua ini dapat dimulai tanpa bergantung pada profesi yang kita jalani. Bagi beberapa orang, mungkin hal ini hanya dapat dilakukan misalnya dengan bergabung pada komunitas belajar anak-anak, memberikan pelatihan gratis, dsb. Tetapi, bagi orang yang lain, mungkin mereka bisa melakukan hal yang lebih besar, seperti memberikan beasiswa, membuka usaha/lapangan kerja, dsb.

So, wisudawan/wati, istimewakan hari wisudamu. Namun, di atas segalanya, istimewakan pula tanggung jawab moralmu. Seperti apa kau akan dikenang nanti bergantung dari apa yang kau lakukan setelah hari wisudamu. This is commencement. Permulaan dari sesuatu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s