Tips Praktis Menulis

Bagi para pembaca yang ingin memulai menulis tapi tidak tahu caranya menulis, pada post kali ini saya akan berbagi tentang sedikit tips praktis yang saya dapatkan dari Pelatihan Penulis Pelayan siang tadi, khususnya tentang struktur tulisan. Terima kasih untuk Bang Pirhot Nababan atas tips menulisnya.

Setiap tulisan selalu terdiri atas tiga bagian utama, yaitu: teras (lead), isi (body), dan penutup (ending). Ketiganya merupakan bagian yang sama penting dan komplementer karena memiliki fungsinya masing-masing.

TERAS/LEAD

Ibarat cinta pada pandangan pertama, bagian teras suatu tulisan/artikel dapat menarik pembaca sehingga dia ingin membaca kelanjutannya. Oleh karena itu, bagian teras menjadi sangat penting. Teras sebaiknya ditulis secara ringkas, namun menggugah rasa penasaran pembaca.

Ada empat jenis teras yang dapat digunakan dalam membuka suatu tulisan, yaitu:

  1. Teras deskriptif. Teras jenis ini menjelaskan atau memberikan gambaran tentang suatu kondisi. Contoh: Musim kompetisi di Eropa sudah dimulai sejak beberapa pekan ini. Aksi saling nyolot antar suporter pun mulai panas lagi. Wajar, beberapa klub besar yang punya basis suporter di Indonesia cukup banyak yang menjalani musim dengan kekalahan. Padahal tidak sedikit yang sudah jor-joran menghabiskan dana transfer. MU kalah, Juventus kalah (dua kali beruntun malah), Liverpool dibantai. Praktis, hanya Real Madrid dan Barcelona yang punya langkah mendingan—meski tidak bisa dibilang cukup bagus juga. (Sumber: klik)
  2. Teras kutipan. Teras jenis ini menggunakan kutipan perkataan (quote) orang lain. Contoh: Seorang Fisikawan bernama John Archibald dari Universitas Princeton menulis : “Dibalik semua itu pasti ada gagasan yang begitu sederhana, Begitu indah, Begitu menyakinkan sehingga bila- Dalam satu dasawarsa, satu abad, Atau dalam seribu tahun Kita memahaminya, Kita semua akan saling berkata, Bagaimana mungkin bisa lain? Bagaimana mungkin kita telah begitu bodoh dalam waktu begitu lama?” (Sumber: klik)
  3. Teras bertanya. Teras jenis ini menggunakan pertanyaan yang menggugah pembaca untuk berpikir. Contoh: “Bagaimana menghasilkan inovasi yang sukses?” Mungkin pertanyaan ini akan terus bergulir dan menjadi tantangan yang tak habis-habisnya bagi para pemegang keputusan di tiap perusahaan. Bagaimana tidak, di era ketika dunia menjadi flat—nyaris tanpa batasan–dan dinamis karena cepatnya arus informasi, apa yang menjadi keunggulan satu perusahaan hari ini belum tentu bisa bertahan hingga besok. (Sumber: klik)
  4. Teras bercerita. Teras jenis ini mengandung suatu kisah/cerita. Contoh: Alkisah ada seorang petani yang hidup bersahaja namun bahagia bersama istri dan anak-anaknya. Mereka memiliki makanan yang cukup, bisa berpakaian layak, dan tinggal di rumah yang sederhana tetapi nyaman dan penuh kehangatan. .… (Sumber: klik)

ISI/BODY

Bagian isi menjelaskan gagasan yang ingin disampaikan. Bagian ini dapat terdiri dari narasi, deskripsi, data, analisis, serta informasi lain yang diperlukan dalam membahas suatu permasalahan. Agar pembaca dapat memahami gagasan yang ingin disampaikan oleh penulis, bagian ini haruslah ditulis dengan runut. Tidak mudah memang, diperlukan latihan terus-menerus.

PENUTUP/ENDING

Penutup tidak kalah penting dibanding bagian teras maupun isi. Penutup harus mencerminkan keterkaitan dengan keseluruhan gagasan yang disampaikan. Di samping itu, pada bagian inilah penulis dapat memberikan closing statement yang kuat yang mencerminkan message yang ingin disampaikan kepada pembaca.

Setidaknya, ada 3 jenis penutup yang dapat digunakan dalam suatu tulisan:

  1. Penutup rekomendasi. Dengan penutup jenis ini, penulis mencoba memberikan saran dan rekomendasi terhadap suatu permasalahan yang diangkat dalam tulisannya. Contoh: Lima puluh tahun sudah berlalu dan para korban yang dimaksud pun sudah banyak yang tutup usia, sebagian menghitung hari tersisa. Maka permohonan maaf mendesak sekali dilaksanakan. Permohonan maaf bersifat anumerta barangkali tidak terlalu menggigit…. (Sumber: klik)
  2. Penutup kesimpulan. Penutup jenis ini tidak mencoba menyarankan/merekomendasikan sesuatu, tetapi menyarikan atau menunjukkan benang merah dari gagasan-gagasan yang telah disajikan pada paragraf-paragraf sebelumnya. Contoh: Bagaimanapun upaya pengangkatan Soeharto sebagai pahlawan nasional selalu memiliki implikasi sosial-politik. Mendukung pengangkatan tersebut sama artinya dengan mengamini serta memberi peluang kemunculan kembali rezim yang represif serta diskriminatif terhadap rakyat. Dengan demikian, wacana terhadap penolakan pengangkatan Soeharto sebagai pahlawan nasional harus segera digiatkan. Penolakan tersebut dapat menjadi simbol sekaligus pengakuan terhadap pentingnya pengungkapan kejahatan masa lalu. Dalam konteks yang lebih besar, hal tersebut dapat menjadi langkah awal membawa Indonesia kembali kepada cita-citanya yang selama ini dilupakan…. (Sumber: klik)
  3. Penutup bertanya. Penutup jenis ini menunjukkan bahwa penulis ingin mengajak pembaca untuk berpikir, mendiskusikan lebih lanjut gagasan yang telah disampaikan dan bahkan mengambil sikap tertentu. Contoh: Sekarang, setelah tahu manfaatnya di dalam mengurangi risiko secara internal dan bagaimana melakukannya, beranikah kita menjadi agen kualitas, setidaknya dalam unit kerja kita sendiri? (Sumber: klik)

Itulah setidaknya yang saya dapatkan dari pelatihan menulis hari ini. Cukup sederhana, tapi sangat powerful sebagai bekal untuk memulai menulis. Semoga bermanfaat bagi para pembaca.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s