Tulis Saja Dulu!

Setelah tepat setahun saya tidak menulis di blog ini, akhirnya sore ini kevakuman itu pecah juga.

Sudah beberapa tahun terakhir ini, blog ini tidak pernah dibuka. Sampai-sampai, ketika melihat konsol admin blog ini, seorang teman tadi siang berkata: “di-approve lah, Bang, itu comment-nya. Terus di-reply.”

Produktivitas saya dalam menulis artikel memang menurun drastis. Tahun lalu (2015), saya hanya menghasilkan 2 artikel saja. Tahun 2014 pun demikian. Tahun 2013 tidak lebih baik juga sih, 6 tulisan. Kesibukan, itu yang selalu jadi kambing hitam mengapa saya sangat tidak produktif dalam menulis. Alhasil, otak ini menjadi tumpul tatkala harus menulis artikel. Butuh waktu berjam-jam hanya untuk menghasilkan 3-4 paragraf saja, itu pun syukur kalau tidak dihapus lagi karena merasa apa yang ditulis tidak memuaskan. Dan, tak jarang tulisan tidak kunjung rampung karena sudah keburu malas.

Merasa rindu ingin mulai membiasakan menulis lagi, akhirnya ketika beberapa waktu lalu saya membaca ada “Penulisan Penulis Pelayan” yang diadakan di GKI Maulana Yusuf hari ini, saya tanpa pikir panjang langsung ingin ikut. Tujuan saya cuma satu: ingin mulai menulis lagi. Waktu itu, saya berpikir bahwa dengan mendengarkan sharing dari para pembicara yang inspiratif saya akan terpicu dan terinspirasi untuk mulai menulis lagi. And, here i am, in Bandung, writing. Thanks to para pembicara hari ini (Bang Sahat, Sandra, & Bang Pirhot).

Banyak orang berpikir menulis itu sukar dan tergantung pada bakat. Padahal, semua itu hanya masalah kemauan, bukan bakat. Ketekunan akan mengalahkan bakat yang tidak pernah digunakan. Menulis itu adalah keterampilan sehingga semakin banyak kita berlatih, kita akan semakin mahir dan menemukan gaya menulis kita sendiri. Ini merupakan prinsip yang harus dipegang teguh. Practice makes perfect!

Ketika kita menulis, tak jarang kita terlalu overthinking. Kita merasa takut jelek (tulisannya) sehingga tulisan tak kunjung rampung. Baru menulis satu paragraf, kita hapus lagi. Mental block “takut jelek” seperti ini minimal harus dapat kita redam, jika tidak dapat kita hilangkan. Jangan takut tulisan kita jelek. “Yang penting tulis saja dulu, baru nanti diatur lagi,” demikian kira-kira ujar Bang Pirhot, salah satu pembicara tadi siang.

Seperti yang saya lakukan saat ini, yang penting mulai tulis saja. Memulai itu hal yang paling sulit. Saya yakin ketika garis START telah dilewati, maka kita akan makin terbiasa.  Mulai tulis saja dulu, yah!


 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s