Microphone: Feedback

Dalam pengoperasian normal sebuah sound system, ada kalanya sebagian dari suara yang dihasilkan oleh loudspeaker diterima oleh microphone dan masuk kembali ke dalam sistem. Ketika gain sistem meingkat, level suara dari loudspekaer yang masuk ke microphone juga meningkat. Pada satu waktu, suara yang masuk kembali tersebut akan mengalami penguatan hingga mencapai level yang sama seperti suara asli yang diterima oleh microphone. Pada titik ini, sistem akan mulai berosilasi (ring). Gain lebih tinggi akan menyebabkan “howl” yang kontinu atau yang disebut sebagai feedback.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi potential acoustic gain (maximum gainbeforefeedback) sound system. Faktor yang paling penting adalah jarak relatif antara sumber suara dan microphone, antara microphone dan loudspeaker, dan antara loudspeaker dan pendengar. Jumlah microphone yang “open” atau aktif pada satu saat juga memegang peranan yang penting.

Faktor lainnya adalah karakteristik directional dari microphone dan loudspeaker, local acoustical reflection, room reverberation, dan overall frequency response dari sound system. Penggunaan directional microphone dan directional loudspeaker dapat mereduksi suara yang diterima oleh microphone dari loudspeaker dengan cara mengatur jarak antara keduanya.

Oleh karena itu, rule pertama dan paling penting dalam penempatan microphone adalah: tempatkan microphone sedekat mungkin terhadap sumber suara yang diinginkan. Kemudian, tempatkan microphone sejauh mungkin dari loudspeaker dan sumber tidak diinginkan lainnya; gunakan directional mic untuk meminimalkan ambient sound; tujukan directional mic ke suara yang diinginkan dan/atau jauhkan dari suara yang tidak diinginkan; dan jaga agar system gain minimum.

Pada prinsipnya, pengaturan posisi untuk sumber suara dan microphone mesti konsisten dengan karakteristik keduanya: sumber yang lebih luas, seperti choir, membutuhkan jarak yang lebih jauh, bergantung kepada directionality dari mic-nya; sumber suara yang sangat keras membutuhkan jarak lebih jauh untuk mencegah overload dari condenser microphone yang sensitif. Dengan memperhatikan pengaturan posisi, suara yang masuk ke microphone akan lebih optimal, suara yang tidak diinginkan yang masuk ke microphone akan minim, dan feedback dapat diminimalisir.

Tips & Trik: Not enough gain-before-feedback?

Berikut adalah beberapa tips (berurutan dari yang terpenting):

  • Pindahkan microphone lebih dekat ke sumber suara,
  • Pindahkan loudspeaker lebih jauh dari microphone,
  • Pindahkan loudspeaker lebih dekat ke pendengar,
  • Gunakan directional microphone dan directional loudspeaker,
  • Hilangkan pantulan akustik di sekitar microphone,
  • Kurangi room reverberation dengan acoustic treatment,
  • Gunakan equalizer untuk mengurangi system gain agar tepat di feedback frequency.

Tidak ada solusi lain selain yang disebutkan di atas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s